Aksi unjuk rasa masyarakat Wasile diduga ada tim provokasi.

Bagikan :

Wasile, Aksi demontrasi yang di gelar Front Petani Pemuda dan Mahasiswa Wasile (FPPMW) yang di gelar pada 11 Juni belum lama ini, menuding  PT Mahakarya Hutan Indonesia (PT MHI) dan Pemerintah Desa telah berselingkuh dalam rangka pengkaplingan lahan seluas 36.860 HA di Desa Helitetor Kecamatan Wasile Utara Kabupaten Halmahera Timur.

Aksi unjuk rasa itu terlihat ada tim provokasi yang coba masuk saat berjalannya aksi tersebut.

Melalui Dereksi PT Mahakarya Hutan Indonesia Provinsi Maluku Utara. Hamsa Tomagola, saat di hubungi via telpon mengatakan “Hal itu tidak benar, perusahan telah melakukan segala proses perizinan dari tahun 2016.

“Kami  telah mengikuti aturan yang yang ada, jadi tidak ada masalah lagi “ucap tomagola.

Dia juga mengungkapkan bahwa PT MHI, soal izin lingkunganya pun sudah selesai,
“Seluruh izin lingkuan sudah terbit dulu, baru izin HPH bisa di terbitkan” Tegasnya

Gubernur sudah keluarkan izin lingkungan dan izin AMDALnya, dan kalau itu belum disahkan, tidak akan di kasih izin HPHnya, jadi tahun 2016 gubernur maluku utara telah menandatangani izin itu. Yaitu surat kelayakan lingkungan dan  izin lingkuan,SK gubernurnya ada semua ” Tandasnya

Lalu pada Tahun 2017 SK  izin perusahaan  terbit dari kementerian” Semua ada  prosesnya dan alhamdulillah sudah selesai.

“Jadi jangan di anggap bawa sudah ada izin baru izin lingkuan tidak, izin lingkungannya 100 persen sudah di sahkan, baru masuk ke tahapan pengelolaan, jadi kalau sudah keluar dari kementerian itu izin lingkungnya sudah selesai.

Dalam rangka mendapatkan izin HPH dan  IUPPHHK 100 persen sudah terbit dari seluruh instansi yang berwenang dulu, baru menteri bisa keluarkan izin nya, dan ini sudah di lakukan Oleh PT MHI Intinya kami sudah melaksanakan seluruh prosedur yang ada” cetusnya.

Bagikan :