TIM PRABOWO GUGAT HASIL PILRES SIDANG MAHKAMAH KONSTITUSI

Bagikan :

Jakarta, MPI- Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup pembacaan permohonan perselisihan Hasil Pemilihan Umum(PHPU) Presiden dan Wakil presiden dengan membacakan Petitum atau poin-poin tuntutan di hadapan Majelis hakim Konstitusi, Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019), pukul 09.00wib-14.30wib.

Bambang Widjojanto, Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi membuka Petitum dengan mendasarkan pada alasan-alasan hukum yang telah dibeberkan dan bukti-bukti yang terlampir.
Atas dasar itu Tim hukum Prabowo-Sandi mengajukan 15 poin tuntutan antara lain adalah poin pertama petitum meminta MK mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya.
Kedua, menyatakan batal dan tidak sah Keputusan KPU nomor 987/PL.
01.08-KPT/06/KPU/V/2019 tentang penetapan hasil pemilu Presiden dan Wakil presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota secara Nasional dalam Pemilu 2019.

Poin ketiga yang diajukan adalah menyatakan perolehan suara yang benar yakni pasangan Jokowi-Maruf Amin sebesar 63,5 juta atau 48% dan Prabowo-sebeaar 68,6 atau 52%.

Poin ke Empat petitum berisi permintaan menyatakan capres dan cawapres Jokowi-maruf Amin terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pelanggaran dan kecurangan Pilpres 2019 secara terstruktur, sistematis dan masif.

Poin kelima meminta membatalkan (mendiskualifikasi) Jokowi-Maruf Amin sebagai peserta Pilpres 2019.

Poin keenam petitum agar menetapkan pasangan Prabowo-Sandiaga sebagai Presiden dan Wakil presiden periode 2019-2024.

Dan pada poin ke 11, memerintahkan termohon dalam hal ini KPU untuk melaksanakan Pemilu ulang secara jujur dan adil diseluruh wilayah Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 22E ayat 1 UUD negara RI tahun 1945.

Poin ke 12 , meminta KPU melakukan pemilu ulang disejumlah provinsi.(Ine)

Bagikan :