Strategi TIRTA Mengejar Pertumbuhan Usaha Modifikasi Mesin untuk Penetrasi Pasar diluar Jepang

Bagikan :

Mediapatriot.co.id – Jakarta, 18 Juni 2019– PT Tirta Mahakam Resources Tbk, emiten yang bergerak di bidang manufaktur kayu dan bahan kayu yang tercatat di Bursa dengan kode TIRT (‘TIRTA’) terus berupaya mengejar pertumbuhan usaha guna meningkatkan penjualan khususnya ke tujuan ekspor negara lain selain Jepang. Salah satu caranya adalah dengan melakukan modifikasi mesin untuk menyesuaikan dengan spesifikasi yang berbeda antar negara. Dengan penyesuaian mesin, diharapkan TIRTA dalam melebarkan pemasarannya ke negara-negara diluar Jepang seperti India, Taiwan, Eropa, dan Australia yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan TIRTA di masa mendatang. Djohan Surja Putra, Presiden Direktur TIRTA, mengungkapkan,”Modifikasi mesin merupakan salah satu strategi Perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan melakukan diversifikasi pasar”. Hal ini disampaikan manajemen TIRTA dalam acara Paparan Publik setelah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Gran Mahakam yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Selain upaya tersebut, TIRTA tetap melanjutkan strategi usaha lainnya seperti; kebijakan pemenuhan bahan baku log yang berkesinambungan, kebijakan perbaikan produksi dan produk, serta kebijakan diversifikasi pasar. Untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan baku, Perusahaan didukung oleh dua Perusahaan afiliasi yang memiliki Hak Pengusahaan Hutan (HPH), yaitu PT Roda Mas Timber Kalimantan dan PT Kemakmuran Berkah Timber. Ketiga strategi tersebut telah mengantarkan Perusahaan untuk tetap bertahan dan diharapkan dapat mengantisipasi pertumbuhan Perusahaan di masa yang akan datang. “Perusahaan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh aktivitas produksi dan menghentikan produksi yang menghasilkan kerugian bagi Perusahaan agar terus menghasilkan produk yang terbukti berkualitas dan dapat bersaing di pasar internasional,” sambung Djohan. Tambahnya, “dengan meningkatkan produk-produk yang memiliki margin keuntungan tinggi dan melalui penetrasi pasar Jepang, India, Eropa, Taiwan, dan Australia, di masa yang akan datang Perusahaan dapat meningkatkan pendapatan.” Hingga kuartal I-2019 ini, Perusahaan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 207,1 miliar. “Kami percaya, dukungan dari para pemangku kepentingan sangatlah berharga di tengah kondisi yang penuh tantangan ini,” ujar Djohan sambil menutup Paparan Publik di Jakarta.

Bagikan :