Isi ceramah Sampaikan Berita Hoax, Inisial RB ditangkap Ditreskrimsus Polda Jabar

Bagikan :

Bandung,-Media Patriot Indonesia Dit reskrimsus Polda Jabar kembali gelar konferensi pers terkait Pemberitaan diduga melakukan Penyiaran yang tidak pasti dengan konten video  isi ceramah sampaikan berita hoax , video yang berdurasikan 2 menit 20 detik, yang dilakukan oleh tersangka Rahmat Baequni (43)tahun

Dalam konferensi nya Di Gedung Dit reskrimsus Mapolda Jabar, Jumat (21/6/19) Kabid Humas Polda Jabar Kombes pol.trunoyudo wisnu Andiko dengan didampingi Wadir krimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata Memaparkan kepada Wartawan, dari laporan nomor : LPA/591/V1/2019/Jabar, tanggal 17 Juni 2019 a.n Pelapor Dio Ardi Kurnia sekira tanggal 15 juni 2019, tersangka ditangkap dirumahnya di jalan Parakan saat II, Cisaranten kota Bandung, pada tanggal 20 Juni 2019 pukul 23:00 wib yang diduga melakukan penyiaran kabar tidak pasti atau kabar yang berlebihan.

Detik.Berikut Isinya :

“Bapak ibu, boleh saya cerita bapak ibu? Seumur-umur Pemilu dilaksanakan, jujur, boleh saya jujur? Nggak apa-apa ya?

Bapak-bapak ada yang sudah senior, nggak sebut sepuh karena berjiwa muda. Seumur-umur kita melaksanakan Pemilu, pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tidak ada ya? Tidak ada.

Tapi kemarin, ada berapa petugas KPPS yang meninggal? 229 orang? Itu dari kalangan sipil, dari kepolisian berapa yang meninggal? Jadi total berapa? 390 orang meninggal.

Sesuatu yang belum pernah terjadi dan ini tidak masuk di akal. Bapak ibu sekalian, ada yang sudah mendapat informasi mengenai ini?

Tapi ini nanti di-skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi?

Semua yang meninggal ini, mengandung dalam cairan tubuhnya, mengandung zat yang sama, zat racun yang sama. Yang disebar dalam setiap rokok, disebar ke TPS.

Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari.‎

Tujuannya apa? agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS”.

Kabid Humas Polda Jabar menambahkan, tersangka diamankan dilokasi kediamannya di jalan Parakan Saat II, Cisaranten, Kota Bandung.

Tersangka akan dikenakan pasal 14 ayat (1) dan atau pasal 15 undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1946 dan/atau pasal 207 KUHP, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara tegas Kabid Humas Polda Jabar.

(Lia)

Bagikan :