Aksi KSPPW Malut Tidak Tepat, Petrus: Jangan Ajari Ikan Berenang.

Bagikan :
Direksi PT MHI

Sofifi, MPI
Masa aksi yang tergabung, Komite Solidaritas Perjuangan untuk Petani Wasile (KSPPW) tidak menutup kemungkinan berjumlah 10 orang mengelar aksi di depan kantor gubernur Maluku Utara (Malut) menuntut agar gubernur Abdul Gani Kasuba mencabut izin PT Mahakarya Hutan Indonesia di Kecamatan Wasile Halmahera Timur , Kamis, (20/06)

Mereka meminta Gubernur malut segera cabut izin PT MHI karena telah melakukan kerusakan hutan dan PT MHI telah mengambil tanah masyarakat” teriak salah satu orator.

Sementara pentauan media ini juga, aksi itu berawal dari depan kampus bumi hijrah, lalu menuju kantor gubernur malut sekitar pukul,11.00 Wit. aksi KSPPW juga sempat mandek selama kurang lebih 3 jam di karenakan mesin genset yang di gunakan untuk menghidupi sound sistem terkendala akibat kehabisan bensin.

Hal tersebut di langsung di tanggapi salah satu Manager Perusahan pak Petrus” Soal izin itu kami sudah laksanakan, tidak ada masalah lagi soal izin, tidak mungkin perusahan beroperasi tanpa izin” akunya.

Izin kami sudah ada sejak 2017 lalu, kami kantongi izin IUP PHHK sudah 100 persen, SK. NO: 9/1/IUP PHHK-HA/PMDN/2017. Jadi semunya sudah selesai ” Cetusnya Petrus.

Terkesan tudingan massa aksi KSPPW terhadap pihak perusahan terkait izin PT MHI itu tidak betul. Sebab pernyataan sikap untuk mencabut izin itu artinya PT MHI sudah memiliki izin.

Bagikan :