KADERISASI YANG BERKELANJUTAN UNTUK MEWUJUDKAN PEMUDA TRAMPIL, KREATIF, DAN INOVATIF DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0″.

Bagikan :

Tema diatas mengenai Rakernas Pemuda Katolik, 21-23 Juni 2019, di Grand Cempaka Hotel, jalan R.Suprapto Cempaka putih, Jakarta Pusat.

Selama Sidang Rakernas Pemuda Katolik dimulai jam 13.00wib (22/6/2019), Ajang Konsolidasi Pengurus Komda dan Pengurus Cabang se-Indonesia.
Ketua umum Pemuda Katolik Indonesia dr.Krolin Margaret Natasa yang memimpin Sidang Rakernas tersebut.

Menurut dr.Krolin Margaret Natasa kegiatan Rakernas ini harus menjadi pertemuan yang berkualitas guna melakukan konsolidasi pikiran melalui para pengurus Komda dan Komcab demi menghasilkan program kerja yang efektif sehingga dapat berguna bagi gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

“Salah satu program kerja yang efektif tersebut yakni program-program kerja pengurus, baik tingkat pusat, daerah maupun cabang harus diarahkan kepada peningkatan kapasitas dan pembentukan karakter anggota Pemuda Katolik serta memiliki kemandirian dan daya tahan dalam ekonomi ujar dr. krolin menjabat sebagai Bupati Landak, Kalimantan Barat.

Saat ini Pemuda Katolik baru terbentuk di 32 Provinsi (Pengurus Komda) Minus Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat dan 187 Kabupaten, kota pengurus Komcab juga anak cabang dan Ranting.

Awak media Patriot dan Transparancy menemui Anggota DPRD kota Kupang Yuvensius Tukung juga sebagai Ketua Komisariat Cabang kota Kupang dan Wasekjen bidang Politik.
Menurut Yuvensius Tukung Organisasi masyarakat Pemuda Katolik Indonesia sama dengan GP Ansor yang mengCaver arah gerakan spirit Kepentingan bangsa Indonesia 100%, 100% Katolik yang mewujudkan program Sumber daya manusia.

Rakernas ini agenda formal Organisasi untuk menyusun program kerja 3 tahun pasca Kongres kemaren, Rakernas sekalian mewujudkan Kaderisasi berkelanjutan, pemuda yang terampil, kreatif dan inovatif menghadapi tantangan industri 4.0, kita berharap program-program kerja tersebut dapat fokus Spirit untuk mewujudkan Masyarakat sejahtera, Pemuda Katolik tidak berpolitik tapi Organisasi kemasyarakatan bisa menjadi organisasi yang kuat se-Indonesia terbentuk berjalan dengan baik.

Organisasi Pemuda Katolik adalah Organisasi tertua sejak tahun 1945, seperti Organisasi GP Ansor (NU), Pemuda Muhammadiyah pungkas Yuvensius Tukung.

Menurut beliau juga Organisasi ini lebih kepada menuntaskan kemiskinan dan menghindari pola politik Indentitas untuk membantu bangsa ini dari politik Indentitas yang sedang marak saat ini ,juga Masalah sampah menjaga lingkungan hidup, lebih inti dari ketiga masalah tersebut ujar Yuvensius Tukung mengakhiri wawancara dengan para awak media.(Ine,)

Bagikan :