Dinamika Sengketa Pilpres 2019 Di Mahkamah Konstitusi : Saatnya Menerima Hasil

Bagikan :

Mediapatriot.co.id — Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) menyelenggarakan Diskusi Publik di Aula sekretariat DPP PA GMNI Jalan Cikini Raya No.69 Jakarta Pusat, Rabu, (26/06/2019). Hadir sebagai pembicara : Wahyu Setiawan Komisioner KPU RI, Fery Amsari Pusako Unand, Karyono Wibowo DPP PA GMNI, Titi Anggraini Perludem, Bayu Dwi Anggono Puskapsi Unej. Dihadiri juga oleh ketua umum DPP PA GMNI Dr. Ahmad Basarah,MH dan Sekjendnya Ir. Ugik Kurniadi,MT.

Wahyu Setiawan Komisioner KPU RI, mengatakan Situng semakin dipahami oleh masyarakat dan merupakan sistem aplikasi KPU untuk memberi informasi yang cepat. Tapi hasil akhir bukan berdasarkan situng melainkan hasil perhitungan manual berjenjang. Pemilu serentak juga perlu dikaji ulang, dan dibagi dua jenis yaitu pemilu lokal dan nasional. Karena Pemilu yang baru berlangsung sangat rumit dan melelahkan sehingga petugas sangat kelelahan dan bahkan beberapa menyebabkan kematian.

“Tidak benar berita-berita yang beredar di medsos bahwa petugas KPPS meninggal akibat diracun , mereka meninggal akibat sangat kelelahan dan banyak dari mereka ada riwayat penyakit tertentu dan perokok berat,” imbuh Wahyu.

Karyono wibowo dari DPP PA GMNI, “Kita mengapresiasi Paslon 02 karena telah mengikuti jalur konstitusi untuk menyelesaikan sengketa Pilpres. Tim BPN juga sangat hebat dalam membuat opini sedari awal hingga akhir pilpres cuma sayangnya terkesan opini lebih banyak dibanding alat bukti,” ujarnya.

“Sebaiknya Paslon 01 dan 02 segera bertemu setelah ada keputusan Mahkamah Konstitusi untuk meredam gejolak. Mereka harus menunjukkan sikap kenegarawanan, harus legowo menerima hasil keputusan MK. Putusan MK adalah putusan final yang harus dihargai keduabelah pihak,” pungkas Karyono.
(fri)

Bagikan :