Dansektor 8 Awasi Langsung Penutupan Saluran Limbah PT Waitex Di Bantaran Citarum.

Bagikan :

Setelah PT PBN ditutup saluran pembuangan limbahnya, hari ini Sabtu ( 29/06) giliran PT Waitex yang di Cor Saluran pembuangannya karena membuang limbah cair pada Kamis malam.

Penutupan saluran limbah PT Waitex berdasarkan laporan dari satgas Citarum subsektor Cilampeni yang melakukan patroli pada Kamis Malam dan langsung melaporkan pada komando atas.

Setelah Dansektor 8 melakukan koordinasi dengan DLH Kab Bandung, malam itu juga satgas Citarum bersama DLH melakukan sidak ke IPAL PT Waitex Jalan Cilampeni Desa Cilampeni Kec Katapang.

” Saluran pembuangan limbah itu memang harus ditutup, karena berada di bawah permukaan air, saya sudah anjurkan untuk membuat saluran baru yang bisa terkontrol dan diawasi,” Ungkap Robbi Kasie Gakkum DLH Kab Bandung setelah melakukan sidak bersama satgas Citarum.

Sementara itu Dansektor 8 Kol Inf Belyuni Herliansyah menegaskan kembali komitmen satgas Citarum menjaga Ekologi DAS Citarum.

” Kami perintahkan setiap personel satgas Citarum di semua subsektor untuk melakukan patroli limbah,” Ujar Dansektor 8.

” Hasil dari patroli limbah, sudah dua perusahaan yang kita tutup saluran pembuangan limbahnya, semoga hal ini bisa menjadi perhatian buat semua pelaku industri yang berada di sektor 8,” Tegasnya.

” Khusus PT Waitex ini sebenarnya hari Senin kemarin sudah saya beri peringatan keras, karena pada jum’ at sore mereka membuang juga limbah berbusa, jadi ini sudah kesekian kali nya mereka membuang limbah di saluran yang sama,” Terang Kol Inf Belyuni.

” Hari ini kita tuntaskan penutupan saluran limbah PT Waitex yang kemarin tertunda akibat air dari pengolahan IPAL pabrik yang tidak juga berhenti, ,” Ujar Kol Inf Belyuni saat mengawasi pengecoran.

Akibat air yang terus mengalir melalui saluran pembuangan, akhirnya Dansektor 8 memerintahkan managemen pabrik untuk menghentikan produksinya sementara, agar air tidak mengganggu proses pengecoran saluran pembuangan.

Saluran PT Waitex yang berukuran 80×60 cm, dan berada dibawah aliran sungai Citarum, dibongkar terlebih dahulu dengan menggunakan alat berat untuk mempermudah proses pengecoran.
(Rie).

Bagikan :