Pangdam III/Siliwangi : Kita Libatkan Insan Media Dan Akademisi Untuk Sampaikan Pesan Tentang Citarum.

Bagikan :

Bandung,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono undang para insan media, penggiat dan pemerhati lingkungan Peduli Citarum di Ruang Silihwangi Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Kamis (4/07).

Acara ini merupakan silaturahmi sekaligus menyamakan visi dan misi untuk penanganan Sungai Citarum yang terbungkus dalam program Citarum Harum.

Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan, “ kita melaksanakan kegiatan ini bersama-sama mempunyai satu misi untuk memajukan Jawa Barat,”.

” Seperti kegiatan kemarin saya mengundang para kiyai di Tasikmalaya, tujuannya bahwa pemilihan presiden sudah selesai, sekarang kita bangun masyarakat Jawa Barat ini, dan semua setuju,” Tutur Pangdam.

Kenapa kemarin kita jarang berkumpul kata Pangdam, “ karena kita Militer, Netral jangankan kumpul-kumpul, untuk foto saja tidak berani karena begitu difoto kemudian di upload kemedsos bisa jadi masalah,”.

” Untuk Citarum ini kalau saya pelajari dari awal, asalnya dari penggiat lingkungan, kenapa sungai ini kotor, lalu disusunlah rencana dengan Pentahelik semua komponen masyarakat diikut sertakan untuk mendesain bagaimana Citarum kedepan,”.

Masih menurut Pangdam,” Jadikanlah sungai ini menjadi beranda depan rumah kita, artinya ketika kita bangun tidur lihatnya sungai bersih, rumah-rumah yang kemaren kita bongkar dijadikan ruang hijau,”.

” Saya mendapat laporan setiap hari sabtu dan minggu digunakan oleh ibu-ibu untuk senam disitu, masyarakat aktif disitu dan ternyata sangat indah,”.

“ Masalah hingga sekarang belum terselesaikan itu adalah sampah, saya selalu bilang sama para Dansektor bahwa ini memang dilema,” Ungkap nya.

” Disatu sisi kalau sampah ini tidak dimasukkan kedalam incinerator tentu akan ngumpul, begitu dibakar pasti ada asap dan karbonnya tetapi apa boleh buat dari pada sampah menumpuk,”.

” Apalagi sampah yang ada mencapai 340 ribu ton perhari, masyarakat tidak punya pilihan dengan membuang sampah kesungai, tapi sekarang sudah tidak lagi, “ terang Pangdam.

Untuk penanganan sampah, yang pertama kita merubah mindset masyarakat bahwa sungai itu adalah serambi depan rumah kita dan sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi orang banyak.

” Kita libatkan para akademisi, para media untuk menyampaikan pesan sehingga masyarakat sadar, tetapi juga tidak kalah pentingnya harus menyiapkan solusi tempat pembuangan sampah, “ Pungkas Pangdam III/Slw.
(Rie-Pendam Siliwangi)

Bagikan :