PELAKSANAAN PENERTIBAN PROGRAM BANTARAN KALI CIMANUK KOTA INDRAMAYU

Bagikan :

Indramayu, MPI

Penertiban kali Cimanuk barat dan timur, dalam rangka program penataan untuk ruang terbuka hijau atau taman kota di wilayah Pusat Pemerintah Indramayu,(09/07).Pada kesempatan waktu Kadis Satpol PP dan Damkar H. Munjaki , melalui Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah (Gakda) Kamsari Sabarudin SH. Memulai Pelaksanaan penertiban dimulai senin, 8-Juli-2019. Tugas ini dilakukan bersama-sama dengan tim yang telah terbentuk dari DISKOPDAGIN, SATPOL PP dan PU-PR Pemerintah Indramayu.Pelaksanaan ini dilakukan untuk pendataan sekaligus, penyampaian surat teguran pertama kepada para PKL atau pelaku usaha jenis lainya yang berada dibantaran kali cimanuk Indramayu.

Kamsari mengatakan bahwa kami Dinas Satpol PP selaku pihak Penegak Perda dan juga penyelenggara trantibum mengharapkan warga yang ada disekitar area kali cimanuk yang menempati bantaran kali dapat merasa Legowo untuk dapat mengikuti Program Pemerintah Indramayu. Dalam menertibkan atau membongkar sendiri bangunan PKL atau usaha lainnya. Karena ini sudah bagian dari rencana pemerintah daerah untuk dapat menata kota.

Dulu pemerintah belum membutuhkan, maka kami pemerintah tidak pernah mengusik tempat usaha mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, namun karena sekarang pemerintah Daerah punya hajat untuk Program penataan kota diharapkan diharapkan agar masyarakat mempunyai kesadaran hukum yang tinggi, sehingga tidak akan terjadi masalah serta tidak konflik itu yang selalu diharapkan.

Sehingga masyarakat mempunyai kesadaran sendiri dalam membongkar tempat usaha, supaya tidak dirusak atau dibongkar oleh Satpol PP dengan alat berat itu yang pemerintah harapkan, tegasnya.

Program penataan kota melibatkan Unit Pol PP, Unit Penegakan Perda (Garda), Unit Trantibun dan Unit Unras. Semua itu menurunkan 40-60 personil, tergantung kondisi yang dibutuhkan dilapangan.

Teguran diberikan 3 (tiga) kali, teguran 1 (pertama) hari dikasih waktu jedah selama 3 (tiga) hari,  teguran ke 2 dan 3 sama jeda selama 3 hari. Jika surat teguran dilanggar belum membongkar sendiri dilanjutkan dengan surat peringatan sebanyak 3 (tiga) kali, peringatan 1 (pertama) dikasih jedah selama 7(tujuh) hari, peringatan ke 2 (kedua) dikasih jedah selama 3 (tiga) hari, dan peringatan terakhir dikasih jedah 1(satu) hari.

Kamsari menambahkan kalau mereka tetap tidak membongkar sendiri, jangan menyalahkan pemerintah yang akan memberikan pengumuman dan mengeksekusi bangunan yang masih berada bantaran kali Cimanuk apapun resikonya akan ditempuh.(Deswin Nazamudin)

 

Bagikan :