Penuhi Syarat Studi Doktoral, Bupati Banggai Presentasikan Hasil Riset Di Kongres Internasional Sidney

Bagikan :

SIDNEY, AUSTRALIA, mediapatriot.co.id_Dalam rangka memenuhi syarat studi doktoralnya, Bupati Banggai, DR (Cand) Ir. H. Herwin Yatim, MM, Kamis (11/07), mempresentasikan hasil riset desertasinya di Kongres Internasional yang digelar di Kota Sidney, Australia.

Herwin yang sedang menempuh studi doktoralnya di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, ini memaparkan presentasinya dihadapan para akademisi yang hadir dikongres tersebut.

Mengusul judul “The Local Family Business Performance: The Role Of Dynamic Capabilities On Local Family Business Performance In Indonesia”, menarik minat peserta kongres.

Topik yang dibawakan Herwin tersebut saat ini sedang menjadi salah satu perhatian dunia, dan banyak para sarjana didunia melakukan riset dengan topik yang serupa.

Dalam risetnya, Herwin mencoba menggambarkan kuantitatif eksplorastif bagaimana pengaruh kemampuan dinamis terhadap kinerja bisnis keluarga di Indonesia. Dan fokus pada pengaruh kemampuan dinamis itu terhadap kinerja bisnis keluarga.

Guna mendukung hasil riset tersebut, Herwin mengadakan penelitian terkait kinerja bisnis keluarga besar di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan unit analisis adalah karyawan Bosowa Corporation.

Mengapa bisnis keluarga menjadi topik yang penting?

Herwin dalam presentasinya menyampaikan bahwa bisnis keluarga menjadi yang paling menonjol dalam memberikan kontribusi Explaining bagi ekonomi di dunia.

“Setidaknya 80 persen dari Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Serikat telah dimiliki atau dikendalikan oleh keluarga. Selain itu, lebih dari 50% ekonomi paling maju (Schmitt, Raisch, & Volberda, 2018;),” tulisnya.

Lebih lanjut disampaikan, bisnis keluarga juga memiliki mayoritas pekerjaan dan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (Mai janen & Jantunen, 2016).

Herwin memaparkan, berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel keunggulan kompetitif telah mempengaruhi secara signifikan pada bisnis keluarga lokal dengan koefisien (B 0,590 p<0,005) dan memverifikasi bahwa hipotesisnya tersebut mendapat dukungan.

"Ini berarti bahwa variabel integrasi kemampuan dinamis telah positif dan secara signifikan mempengaruhi bisnis keluarga lokal," lanjutnya.

Selain itu, menurut analisis hipotesis kedua menunjukkan bahwa variabel integrasi dengan koefisien jalur (B173 p <0,005), sehingga hipotesis b didukung.

"Dalam hal ini, dimensi keunggulan kompetitif dalam kemampuan dinamis berpengaruh positif dan signifikan terhadap bisnis keluarga lokal," tambahnya.

Akhirnya, hipotesis ketiga yang diajukan dalam artikel ini menunjukkan koefisien jalur adalah B.185, p .005.

"Ini berarti bahwa variabel transformasi dalam kemampuan dinamis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perusahaan keluarga lokal di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Herwin juga menturkan sejalan dengan hasil penelitian, ia menyimpulkan bahwa dalam upaya bisnis keluarga lokal untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi, ada tiga dimensi kemampuan dinamis yang harus diperhatikan dengan cermat oleh manajer bisnis keluarga lokal di Indonesia, yaitu; integrasi semua sumber daya dan struktur, sumber daya manusia, perencanaan dan rutinitas.

"Bisnis keluarga perlu memajukan keunggulan kompetitif mereka berdasarkan perubahan cepat lingkungan bisnis internal dan eksternal keluarga, dan mentransformasikan manajemen aset bisnis keluarga memiliki pengaruh tinggibpada bisnis keluarga lokal," tandasnya.(dewi/adm)

Artikel ini sebelumnya terbit di SKH Banggai Post.

Bagikan :