Petugas Lapas Temukan Sabu Di Kantong Celana Napi

Bagikan :

LUWUK, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Meskipun sedang dalam menjalani masa hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) II B Luwuk, Kabupaten Banggai, Mardin Rusdin alias Mardin (25), masih juga berhubungan dengan barang haram narkoba jenis sabu.

Mardin diketahui menyimpan sabu dikantong celananya saat pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas jaga yang sedang melaksanakan piket, Kamis (11/07), sekitar pukul 14.00 Wita.

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banggai, AKBP Moch. Sholeh, SIK, SH, MH, melalui Kasat Res Narkoba Polres Banggai, AKP Dewa Nyoman Sujendra, Jumat (12/07), melalui sambungan whatsapp.

Dewa mengungkapkan, sekitar pukul 07.30 Wita, pihak Sat Narkoba Polres Banggai menerima laporan dari KPLP Lapas Kelas II B Luwuk, Syamsuddin, yang menyampaikan bahwa pada Kamis (11/07), sekitar pukul 14.00 Wita, di dalam Lapas Kelas II B Luwuk ditemukan narkoba jenis sabu dengan berat 1,10 gram disaku celana seorang narapidana (Napi).

Saat itu, lanjutnya, dua petugas Lapas, Supyanto Somum dan Alpen, yang dalam melaksanakan piket jaga melakukan pemeriksaan terhadap para napi.

“Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas lapas menemukan bungkusan plastik yang diduga narkoba jenis sabu didalam kantong celana napi bernama Mardin,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dewa mengatakan, pasca menerima laporan tersebut, ia bersama anggotanya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.

“Dari hasil interogasi, Mardin menerangkan bahwa sabu tersebut diperolehnya dari Aswandi alias Wandi (24), yang juga merupakan napi kasus Narkoba,” paparnya.

Dewa menambahkan, dari hasil pemeriksaan Sat Res Narkoba Polres Banggai menyita sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) sachet plastik bening berisikan butiran kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 1,10 gram, dan 1 (satu) plastik klip ukuran sedang yang berisikan 8 sahcet plastik klip kosong ukuran kecil.

“Dengan ditemukan barang bukti tersebut terhadap kedua terduga dilakukan proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Namun yang bersangkutan tidak dilakukan penangkapan dan penahannya karena masih dalam status napi yang sedang menjalani hukuman,” tandasnya.(dewi/adm)

Bagikan :