Peranan Pemuda GMIT (Gereja Masehi Injil Timor) Klasis TTU-NTT Dalam Mempersiapkan Generasi Pemimpin Yang Takut Akan Tuhan

Bagikan :

Mediapatriot.co.id — Kefamenanu — Di era globalisasi dan milenial yang semakin maju seperti saat ini telah banyak menggeser nilai sosial dan agama di dalam kehidupan generasi muda. Begitu pula dalam proses kepemimpinan. Sikap kepemimpinan menjadi kekuatan dalam menciptakan kesuksesan dalam berbagai hal. Para pemimpin jaman sekarang telah kehilangan integritas bagi dirinya. Nilai kejujuran semakin menurun karena di pengaruhi oleh kenikmatan dunia.

Dengan demikian peranan agama menjadi sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang handal dan bermoral mulia.
Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dapat membantu para pemuda untuk menjadi pribadi yang mampu berdiri demi memperjuangkan kebenaran dengan berlandaskan akan firman Tuhan. Pemuda sebagai pemimpin-pemimpin masa kini dan masa depan bagi negara, terkhususnya gereja untuk itu harus terus dibekali untuk mampu mengikuti perkembangan jaman yang semakin terkontaminasi dengan perubahan dunia yang semakin mengglobal yang membawa pengaruh buruk pada pembentukan karakter pemuda.

Sebagai wadah pembelajaran dalam lingkungan gereja, organisasi pemuda harus mencari solusi untuk menjawab tantangan dunia dalam menciptakan pemimpin muda yang berkualitas serta mampu membuat perubahan nyata bagi gereja dan tanah air.
Menyadari betapa pentingnya persekutuan pemuda gereja maka pemuda GMIT (Geraja Masehi Injil Timor) Klasis TTU dalam pelayanannya merancangkan program yang diharapkan dapat menjawab akan perubahan dunia sebagai solusi yang tepat, untuk itu dilaksanakan.

Kegiatan yang dilakukan oleh pemuda adalah kegiatan kemah dan musyawarah dengan mengangkat sebuah tema “TRANSFORMATIF KEPEMIMPINAN PEMUDA” dengan subtema “JANGAN SEORANGPUN MENGANGGAP ENGKAU RENDAH KARENA ENGKAU MUDA. JADILAH TELADAN BAGI ORANG-ORANG PERCAYA, DALAM PERKATAANMU, DALAM TINGKAH LAKUMU, DALAM KASIHMU, DALAM KESETIAANMU DAN DALAM KESUCIANMU. I TIMOTIUS 4:12”.

Tujuan dari kegiatan kemah dan musyawarah pemuda yang telah dilaksanakan dalam beberapa minggu yang lalu adalah untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan pemuda Kristen, melakukan transformasi dalam kepemimpinan daerah yang lebih baik di gereja atau di mana saja. Serta juga dilakukan evaluasi pelayanan periode 2015-2019 dan pemilihan pengurus pemuda GMIT Klasis TTU periode 2020-2023, Saling bertukar pengalaman antar pemuda Klasis TTU dan sekitarnya serta menjalin keakraban dan kekeluargaan antara pemuda Se-klasis TTU dan sekitarnya.
Kegiatan kemah dan musyawarah pelayanan pemuda ini telah di laksanakan tepatnya pada tanggal 3-6 Juli 2019. Kegiatan ini di laksanakan di mata Jemaat Paulus, Desa Inbate Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara. Yang menjadi pelaksana kegiatan yakni panitia kemah Klasis TTU dengan jumlah peserta 400 orang yang terdiri dari 45 dari 15 wilayah di Klasis TTU di tambah dengan kontingen dari Kabupaten TTS berjumlah 150 orang.

Dalam Musyawarah pelayanan Nahum Pinat, S.Pd.K sebagai Ketua pemuda Klasis Periode sebelumnya terpilih kembali, Ade Ricardo Benu sebagai sekretaris dan Emice Ndun sebagai bendahara periode pelayanan 2020-2023. Nahum Pinat memang sosok yang pantas terpilih kembali, beliau memiliki integritas yang tinggi dalam menjalankan pelayanan. Masa bakti beliau bersama pengurus sebelumnya banyak terjadi perubahan dalam tubuh gereja terkhususnya kaum muda milenial. Kaum muda milenial lebih aktif dalam pelayanan, banyak aktifitas-aktifitas yang secara tidak langsung melatih mental kaum muda milenial menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan. Contohnya Model pemilihan yang dilaksanakan merupakan pemilihan yang demokratis dimana semua wilayah pelayanan klasis TTU dilibatkan dalam proses pemilihan. Ini pertama kalinya terjadi selama Pemuda GMIT berada di TTU.

Disini pemuda/i dilatih untuk berani mengambil keputusan dan berani berpikir kritis dalam memajukan pelayanan Gereja, jika pemuda/i mulai terlatih pastinya akan memiliki dampak ketika pemuda/i terlibat dalam dunia luar gereja. Mereka telah dilatih menjadi orang yang bersikap demokratis dan berani mengambil sebuah kebijakan yang baik dan benar.
Dalam kegiatan ini juga mempertemukan saudara-saudara yang tidak dikenal menjadi teman yang dikenal. Teman yang akhirnya menjadi sahabat untuk bercerita dan berbagi banyak pengalaman. Ada juga pemateri yang dihadirkan untuk menyukseskan kegiatan ini.

Banyak ilmu dibagikan untuk membangun kepemimpinan pemuda yang berintegritas.
Kegiatan ini juga sangat menyenangkan dan memberi banyak pelajaran berharga. Kegiatan yang dapat menumbuhkan kebersamaan di antara para peserta dan panitia adalah Jelajah Alam. Jelajah alam juga bertujuan agar pemuda/i lebih mencintai dan menghargai alam sebagai sesama ciptaan Tuhan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kasih Tuhan itu adil bagi semua ciptaannya. Atas kasihnya sehinggga Tuhan tidak pernah menutup mata bagi semua ciptaannya. Sehinggga Tuhan memberi telenta bagi semua ciptaannya dalam kondisi dan fisik tertentu. Dalam kegiatan kemah dan musyawarah pelayanan ini juga melibatkan para pemuda-pemudi yang memiliki talenta yang harus dikembangkan.

Salah satu peserta dalam kegiatan kemah dan muspel, memiliki suara yang sangat merdu dan indah sekali ketika di dengar. Dengan talenta suara merdu yang ia miliki, ia terus memuji dan memuliakan Tuhan. Tetapi sayangnya peserta memiliki kekurangan, ia tidak bisa melihat. Ia telah dengan begitu lama mengalami kebutaan, namun sesungguhnya mata Tuhan tidak pernah tertutup oleh dirinya. Sehingga dalam kekurangannya, ia memiliki satu talenta yang sangat luar biasa yaitu suara yang merdu. Dalam kekurangan yang ia miliki tidak menjadi satu hambatan bagi dirinya untuk terus memuji Tuhan. Dengan suara merdu yang selalu dilantunkan dapat memberi berkat bagi yang mendengarkan suara merdunya.

Tuhan memang tidak pernah menutup mata untuk melihat dan menutup telinga untuk mendengar. Sehingga sebagai generasi penurus bangsa, desa dan gereja seharusnya memiliki kesadaran bagi dirinya sendiri. Patutlah ia menjadi pribadi yang berintegritas dalam Tuhan dan jangan cepat terlena dengan tawaran-tawaran dunia. Apa yang telah Tuhan titipkan bagi diri kita harus kita kembangkan, bukan kita sembunyikan. Demikian perbincangan dengan awak media Rabu Siang,(17/07/2019). (gry)

*) Pengurus Pemuda GMIT Sion Sasi dan Mahasiswi Universitas Timor Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Matematika Semester V

Bagikan :