Agus Rahardjo Kagumi Isi UU Martabat Tujuh, Ali Mazi Wacanakan Masuk Dalam Kurikulum

Bagikan :

WOLIO, BAUBAU, SULAWESI TENGGARA, mediapatriot.co.id_Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Agus Rahardjo, mengagumi isi undang-undang (UU) Martabat Tujuh yang dimiliki Kesultanan Buton. Hal ini diungkapkannya saat menjadi narasumber seminar nasional bertajuk “Ayo Bangkit Lawan Korupsi”, Sabtu (27/07).

“Saya baru mengetahui bahwa Kesultanan Buton telah memiliki UU peletak dasar kehidupan bermasyarat, yakni UU Martabat Tujuh, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saya kagum dengan hal tersebut,” ungkapnya.

Dalam seminar yang digelar di Gedung Pancasila, Kelurahan Batulo, Kecamatan wolio, Kota Baubau, ini Agus mengatakan isi UU Martabat Tujuh yang diulas secara dalam oleh Budayawan Buton, Dr. La Ode Abdul Munafi, tersebut sangatlah menarik.

“Isi UU Martabat Tujuh banyak mengulas tentang sistem pemerintahan, bahkan didalamnya juga ada keterkaitan dengan korupsi. Kalau bisa saya dikasih dokumennya ya pak Doktor. Saya tertarik ingin mempelajarinya lebih dalam,” pungkasnya.

(ki-ka) Budayawan Buton, DR. La Ode Abdul Munafi; Ketua KPK RI, Ir. Agus Rahardjo; Gubernur Sultra, Ali Mazi

Sementara itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi menambahkan, UU Martabat Tujuh sudah menjadi dasar kehidupan masyarakat kesultanan Buton sejak jaman dahulu.

“UU Martabat Tujuh menjadi dasar kehidupan masyarakat Kesultanan Buton sejak dahulu. Pengamalan isi UU ini tak boleh hanya menjadi peninggalan sejarah belaka,” tambahnya.

Selain itu, orang nomor satu di jazirah Sultra ini pun mengambil inisiatif mewacanakan agar UU Martabat Tujuh masuk dalam kurikulum sekolah.

“Sebisanya UU Martabat Tujuh dipelajari dalam lingkungan sekolah. Kita akan jadikan kurikulum sekolah. Coba Kadis Pendidikan atur itu,” pungkasnya.(dewi/adm)

Artikel ini sebelumnya diterbitkan kumparansultra.com

Bagikan :