FRAH Sulteng Desak Penahanan YB, Polda Sulteng “Syarat Objektif Dan Subjektif Tidak Terpenuhi, Penahanan Tak Dapat Dilakukan”

Bagikan :

PALU TIMUR, PALU, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Forum Masyarakat Anti Hoax (FRAH) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendesak Kepolisian daerah (Polda) Sulteng untuk segera melakukan penahanan terhadap anggota DPRD Sulteng, Yahdi Basma, SH, yang telah ditetapkan oleh penyidik sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoax, Kamis (25/07), lalu.

Hal ini disampaikan dalam aksi yang digelar didepan Mapolda Sulteng, Jalan Samratulangi, Kota Palu, Kamis (01/08).

Dalam orasinya, Salim Baculu, Koordinator FRAH Sulteng, menyampaikan bahwa FRAH Sulteng menilai penyidik Polda Sulteng tidak konsisten dan terkesan tebang pilih dalam menangani kasus berita bohong di Sulteng, khususnya pada tersangka YB.

Salim juga mempertanyakan penanganan terhadap tersangka YB yang sudah ditetapkan sebagai tersangka namun tidak dilakukan penahanan.

“YB telah ditetapkan sebagai tersangka UU ITE tapi kenapa tidak dilakukan penahanan? Padahal dalam kasus hoax lain, Polda tidak butuh waktu lama sudah melakukan penahanan. Polda jelas tebang pilih,” ungkapnya dalam orasi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng, Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si, melalui Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari, yang menerima massa aksi, menjelaskan bahwa tidak dilakukannya penahanan terhadap YB dikarenakan tidak terpenuhinya syarat objektif dan subjektif.

“Syarat objektif sebagaimana yang dilaporkan Gubernur Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, beberapa bulan lalu, tidak terpenuhi. Begitupun dengan syarat subjektif, yang mana YB tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri dan tidak melakukan hal serupa. Olehnya itu tidak dilakukan penahanan terhadap YB,” jelasnya.

Penahanan terhadap YB juga tak dapat dilakukan, lanjutnya, disebabkan ancaman hukuman bagi YB dalam kasus ITE tersebut di bawah 4 tahun. Namun berkas tersangka YB akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut.

“Kalau berkasnya sudah lengkap akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk diteliti kembali, apakah berkasnya dinyatakan lengkap atau ada yang ingin dilengkapi lagi. Waktu untuk melengkapi berkas tersebut selama 14 hari,” pungkasnya.

Sementara itu, usai menggelar aksi didepan Mapolda Sulteng, massa FRAH melanjutkan akai serupa didepan kantor DPRD dan Kejaksaan Sulteng. Pada aksi ini, massa juga mendesak dua institusi tersebut agar lebih tegas menghukum YB sebagai tersangka kasus hoax.

Aksi berlangsung aman dan damai di bawah pengawalan ketat dari ratusan aparat kepolisian setempat.(dewi/adm)

Artikel ini sebelumnya terbit di sultengterkini.com

Bagikan :