Viral Video Joget Seronok, Kepsek : Spontan Terjadi Dan Langsung Dihentikan, Tak Ada Pembiaran”

Bagikan :

LUWUK, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Viralnya video joget seronok yang dilakukan sejumlah pelajar SMKN 1 Luwuk di media sosial Facebook dan Instagram, Kamis (01/08), mendapatkan kecaman dan hujatan dari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMKN 1 Luwuk, Hasdin Molomban, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang tidak seharusnya terjadi. Ia juga menyesalkan kejadian seperti itu bisa terjadi disekolah yang dipimpinnya.

Hasdin menjelaskan joget seronok tersebut berawal ketika pihak sekolah sedang menggelar acara tarian Modero dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) SMKN 1 Luwuk.

Saat acara Modero berlangsung, lanjutnya, seorang siswa meminta untuk diputarkan musik yang lain. Pihak guru yang mengira siswa tersebut akan mengganti dengan lagu Modero lainnya lantas memberikan izin.

Saat musik diputar, derapan musik beraliran kekinian mengalir, secara spontanitas belasan siswa dan siswi mulai berjoget seronok yang tak sepantasnya dilakukan seorang pelajar.

Hasdin menegaskan ketika ia melihat anak didiknya berjoget seronok seperti itu ia langsung menghardik dan menghentikan musik serta memarahi para siswa siswi yang berjoget tersebut.

“Melihat kejadian itu saya langsung menghardik mereka, “itu tidak bagus begitu, serta langsung menghentikan musik dan memarahi seluruh siswa siswi yang berjoget,” ungkapnya asat ditemui diruangannya, Jumat (02/08).

Selain itu, siswa-siswi yang melakukan joget seronok tersebut telah mendapatkan penegasan dari pihak sekolah atas perbuatannya.

“Tak sekedar memarahi, para siswa siswi yang melakukan joget seronok tersebut juga mendapatkan tindakan tegas dari pihak sekolah,” tegasnya lagi.

Hasdin menyayangkan kejadian tersebut terekam lewat video oleh seseorang dan disebarluaskan di media sosial. Dan mengakibatkan masyarakat menjustifikasi kurang baik kepada pihak sekolah.

Hasdin kembali menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi kemarin tidak seperti yang dijustifikasi masyarakat dalam video yang beredar.

“Kejadian itu adalah spontanitas beberapa siswa yang dipicu oleh suara musik. Pihak sekolah yang melihat spontanitas itu, juga dengan segera menghentikannya. Jadi tidak ada pembiaran. Kita langsung hentikan dan marahi siswa saat itu juga,” tegasnya kembali.

Hasdin juga mengaku kejadian tak layak itu langsung dikonfirmasikan pihak sekolah kepada pihak Pendidikan serta perwakilan cabang pendikan wilayah Sulawesi Tengah, yang saat itu juga turut menghadiri acara HUT SMKN 1 Luwuk.

Sementara itu, Hasdin menyampaikan bahwa pihak sekolah siap menempuh langkah hukum jika dalam penyebaran video tersebut mengandung unsur pelanggaran. Ia menambahkan saat mengetahui viralnya video tersebut, pihaknya langaung melakukan klarifikasi.

“Kemungkinan jalur hukum akan ditempuh atas penyebaran video yang terus mengdiskreditkan SMKN 1 Luwuk. Namun, terlebih dahulu dewan guru akan membahasnya bersama dalam rapat. Kita lihat hasil rapat nanti. Yang jelas, kami langsung menindaki kejadian tersebut,” pungkasnya.(dewi/adm)

Bagikan :