Resah Dengan Keadaan Keponakan Di Papua, Pria Paruh Baya Gantung Diri

Bagikan :

BALANTAK, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Seorang pria paruh baya, Demianus Sampangade (58), ditemukan gantung diri menggunakan tali yang terbuat dari kulit Kayu, Jumat (23/08), sekitar pukul 08.00 Wita, di Desa Talima A, Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai.

Saat ditemukan, korban dalam posisi menggantung pada dahan pohon gamal diarea kebun Desa Talima yang berjarak sekitar 1 Km lebih dari jalan raya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Balantak, IPTU Makmur, SH, mengungkapkan korban pertama kali ditemukan oleh Desmon Laguni (32) dan Maklon Sondopen (47), keduanya warga Desa Talima A.

Makmur menyampaikan korban diketahui sejak Kamis (22/08) sekitar pukul 07.00 Wita pergi ke kebun miliknya. Namun, hingga larut malam korban tak jua kembali kerumahnya.

Demianus Sampangade (58), ditemukan gantung diri menggunakan tali yang terbuat dari kulit Kayu, Jumat (23/08), diarea kebun Desa Talima A

“Karena hingga larut malam korban tak jua kunjung pulang kerumahnya, oleh masyarakat setempat dilakukan pencarian terhadap korban, dan ditemukan oleh saudara Desmon Laguni dan Maklon sondopen pada keesokan harinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Makmur mengatakan berdasarkan keterangan masyarakat, korban sudah beberapa hari mengalami perubahan sikap sejak mendengar kejadian di Papua.

“Berdasarkan keterangan masyarakat, sejak mengalami perubahan sikap sejak korban mendengar kejadian di Papua. Korban selalu menanyakan keadaan kemenakan korban yang berada di Papua. Korban juga merasa ketakutan dan mengatakan lebih baik mati kalau begini,” tutur Makmur.

Makmur menambahkan, korban yang belum menikah ini sering menyendiri karena merasa sudah tidak ada yang mengurusnya.

“Korban statusnya belum menikah. Selama ini korban diurus oleh kemenakannya yang sudah berangkat cari kerja di Papua,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil Visum Luar di TKP oleh tim medis Puskesmas Balantak, dr. Julianto, M, diperkirakan sudah lebih dari 6 jam korban meninggal. Dengan keadaan lidah korban menjulur keluar, anus serta alat vital menggeluarkan cairan.

“Dengan adanya kejadian ini pihak keluarga korban sudah mengiklaskan dan menerima kematian korban,” tandas Makmur.(dewi/adm)

Bagikan :