Dewi Kaniasari : Pariwisata, Kebudayaan Dan Ekonomi Kreatif Tiga Sektor Penguatan Budaya Kota Bandung.

Bagikan :

Bandung. Kepala Disbudpar Kota Bandung (Dewi Kaniasari, S.Sos., M.A) mendukung acara gelar budaya yang digelar media Dimensi Grup di Mentro Indah Mall Jl. Soekarno Hatta, Sabtu (24/08).

Hal itu dikatakan Kenny, panggilan akrab Kadisbudpar Kota Bandung, ketika menghadiri gelar budaya yang diangkat oleh Media Dimensi Grup, di MIM Kota Bandung.

” Kemajuan Pariwisata Kota Bandung tidak bisa bergerak sendiri jadi kita melakukan kolaborasi dengan tempat kewilayahan, masyarakat, media dan stakeholder, hal ini merupakan tugas atau PR dari kami,” Ujarnya.

Disbudpar Kota Bandung, menangani tiga sektor dalam tugasnya, yaitu pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif. Secara koordinasi vertikal kita sudah berkoordinasi dengan tiga lembaga yaitu kementerian pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan pendidikan kemudian juga Peran ekonomi kreatif.

” Memang merupakan tugas sangat luas dan besar bahkan merupakan tantangan supaya kedepan Kota Bandung bidang kebudayaan, ekonomi kreatifnya juga sektor pariwisatanya semua itu Alhamdulilah jadi salah satu Favorit di Indonesia,” Ungkap Kenny.

Bandung ini perlu terus-menerus dibenahi untuk kemajuan pariwisatanya, tidak saja kita bicara kebudayaan yang menjadi salah satu penunjang pariwisata, tapi juga sarana prasarana (tempat, kulinner dan keamanan) sebagai daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung.

Kebudayaan juga merupakan tantangan yang sedang dihadapi, salah satunya kebudayaan yang menerap pada generasi muda sebagai konsumtif informasi modern, disini peran pihak media sangat dibutuhkan sebagai edukasi moral demi kuatnya Budaya Indonesia.

Tahun 2018 secara nasional Kota Bandung ada dalam urutan ketujuh, mudah-mudahan Tahun 2019 minimal bertahan dan lebih baik lagi bisa meningkat.

Hal ini perlu pendukungan semua masyarakat, komunitas, media pemerintah dan dunia usaha juga akademiknya ini haruslah kompak

” Tadi Saya tertarik dengan yang disampaikan panitia mengenai kepedulian media terhadap lingkungan. Besar harapan  kita bahwa peran kebudayaan sangat dibutukan dengan lingkungan,” Ucap Kadisbudpar Kota Bandung.

” Nilai atau filosofi dalam budaya Sunda memang memperhatikan dan melindungi lingkungan, justru pendekatan Budaya Sunda dalam rangka melestarikan lingkungan dampaknya masih berbanding lurus, apabila lingkungan di Kota Bandung mengalami degradasi,”.

Alam dan lingkungan rusak maka wisatawan mana yang mau datang.

” Bila kelestarian lingkungan tidak diperhatikan, ini merupakan PR kita, salah satunya adalah akan melakukan edukasi berupa kewenangan objek non fisik yaitu edukasi mengenai lingkungan dan sebagainya dikaitkan dengan kebudayaan, bahkan mungkin juga nanti kita bisa kolaborasi dengan para awak media ini sehingga bisa menciptakan ekonomi kreatif, kami sangat senang apabila kegiatan-kegiatan kami juga didukung oleh semua sektor,” Tutur Kenny.

Masih menurut Kadisbudpar bahwa Pariwisata di kota Bandung harus bisa dirasakan oleh masyarakat dan berdampak lebih luas lagi, karena masyarakat sendiri yang melakukan dan berinisiasi, pemerintah hanya memfasilitasi.

” Kedepannya bisa berdampak kepada lingkungan, sosial, bahkan secara ekonomi, ini sedang kita lakukan dengan pengembangan Kampung Wisata yang berbasis kemasyarakatan,” Imbuhnya.

Berkaitan dengan kegiatan pasanggiri ini adalah salah satu contoh kegiatan dari para pelajar dan masyarakat Kota Bandung berkolaborasi dengan Media Dimensi Group dalam rangka pembinaan ke masyarakat .

Output yang diharapkan adalah kita harus bisa menyeleksi atau mengakurasi, sehingga menemukan bakat-bakat dari anak-anak sekolah.

Berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2017, ada 10 objek pemajuan kebudayaan jadi seni tari ini hanya sebagian kecil dari objek pemajuan kebudayaan, ini adalah 1 jadi 11 cagar budaya dan tradisi lisan teknologi tradisional kemudian olahraga tradisional kaulinan.

Acara gelar budaya sunda dan pasang giri  dihadiri oleh Utusan Dansektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, para Jurnalis yang tergabung di program peduli Citarum Harum, Tokoh Budaya Barinding Buhun (Abah Debus) dan masyarakat sekitar Kota Bandung.
(Rie).

Bagikan :