NADRAN DESA ILIR PAREAN KUPON JALAN SANTAI LUDES TERJUAL

Bagikan :

Indramayu, MPI

Upacara adat nelayan yang telah berjalan selama ratusan tahun di pesisir utara jawa disebut, sebagai upacara Nadzaran atau Nadran yang bertujuan untuk mensyukuri hasil tangkapan ikan dan mengharap peningkatan hasil pada tahun mendatang agar semakin melimpah tidak mendapatkan aral rintangan dalam mencari nafkah di lautan.Untuk meramaikan acara Nadran tersebut,  nelayan Desa Ilir parean Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu  menyiapkan  lomba jalan santai berhadiah motor pada tanggal, 14 September 2019 nanti.

Ketua Nadran Nelayan Desa, Ilir Parean, Carma, didampingi segenap panitia dan ketua dan sekretaris nelayan parean bangkit menerangkan bahwa Nadran mulai dilaksanakan, pada tanggal 14 September tahun 2019, namun rangkaian kegiatannya telah berjalan sejak beberapa minggu dibulan agustus  lalu.

“Jadi Nadran Desa. Ilir Parean seyogyanya akan dilakukan pada tanggal 14, September 2019. Namun dari bulan agustus sudah ada keramaian kegiatan, diantaranya adalah dengan adanya pasar malam dan kegiatan lainnya, dan untuk dalam acara satu minggu kedepan, akan dilaksanakan diskusi tentang kelautan. Bersama Dinas Perikanan dan Kelautan, serta para pegiat forum nelayan dari tingkat nasional.

Lalu dilanjutkan dengan prosesi istigotsah (doa bersama) serta dilanjutkan kembali dengan  jalan santai, berhadiah motor. Alhamdulilah kupon tersebut telah ludes terjual, ke semua warga masyarakat Desa Ilir, “terangnya.

Ketua nelayan Parean bangkit, Muhamad Asev Saeful Ma’arif atau yang biasa disebut kang Braya Asama juga menerangkan bahwa Nadran dibagi menjadi dua.

“Nadran di Desa. Ilir Parean ada dua macam, yang pertama adalah Nadran perahu kecil yang dilakukan setahun sekali, dan kedua adalah Nadran perahu besar. Dilaksanakan dua tahun sekali. Adapun maksud tujuan utama dari Nadran Nelayan ini adalah bersilaturahmi dan bersyukur bersama antar masyarakat nelayan.

Insya allah kita juga akan menggelar jalan santai, berhadiah motor sebagai rangkaian dan hiburan bagi masyarakat. Selain itu kita juga telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, serta didukung pihak lainnya seperti Permata Motor Yamaha, Indofood, Indomarco, Sosro, Wismilak, Suzuki dealer Mobil Indramayu,  dealer Telkomsel dan lainnya, “jelasnya.

Sekretaris Nelayan Parean Bangkit, Waryani yang ikut serta mendampingi para nelayan Desa Ilir Parean menerangkan  tentang arti dan dan tujuan nadran.

“Nadran sebenarnya merupakan suatu tradisi hasil akulturasi budaya Islam dan adat budaya masa lalu secara turun temurun namun syarat makna kebaikan, contohnya adalah sesajen yang diberikan, itu disebut ancak, yang berupa anjungan berbentuk replika perahu yang berisi kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, makanan khas, dan lain sebagainya lalu dilarung kelautan lepas, yang tujuannya adalah sebagai wujud syukur kita sebagai nelayan dan memberikan sebagian rizqi kita (shodaqoh) kepada penghuni laut, sedangkan badan kerbau dimasak untuk disajikan dan dishodaqohkan kepada seluruh masyarakat sebagai wujud syukur dan nikmat karena Allah SWT tetap memberikan rizqi serta berkah rahmatnya pada kita semua, ” terangnya.

Penyelenggaraan Nadran yang dilakukan di Desa Ilir tidak terlepas dari tradisi dan budaya yang sudah berjalan selama ratusan tahun. Imbas dari adanya nadran nelayan bermunculkan kegiatan ekonomi di tengah masyarakat, khususnya dengan hadirnya ratusan pedagang dan pengusaha hiburan seperti kemidi putar, becak angkasa dan lainnya.

Serta dengan adanya Nadran diharapkan dapat memakmurkan ekonomi produktif melalui obyek wisata baru, yang  bernama Panjiwa, yang saat ini sedang santer digarap oleh pemerintah Desa dan masyarakat setempat.(Deswin Nazanudin/Egi T P)

Bagikan :