Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan Membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflansi Daerah ( TPID ), September 2019.

Bagikan :

Deli Serdang, MPI. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflansi Daerah ( TPID ), bulan September 2019, di Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang Lubuk Pakam, Selasa 10 September 2019.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Deli Serdang H.. Ashari Tambunan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini diwakili oleh Direktur Moneter Ibrahim, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Parundingan Pulungan, para Asisten, perwakilan BPS, Tim Satgas Pangan, Polres Deli Serdang , Bulog, Pertamina, Tim Penggerak PKK, Kepala OPD, Dirut BUMD, PT. Bhineka Perkasa Jaya dan anggota TPID Deli Serdang.

Bupati Deli Serdang H.. Ashari Tambunan, dalam membuka rakor mengatakan bahwa berdasarkan roadmap pengendalian Inflansi daerah Kabupaten Deli Serdang sejak tahun 2017 telah di lakukan beberapa upaya dalam rangka menjaga kesetabilan harga dan pasokan bahan pangan strategis melalui 3 ( tiga ) ,program unggulan yaitu , Klaster Cabe Merah, peningkatan kapasitas dan kopetensi UMKM serta pendirian BUMD pangan dalam rangka memotong mata rantai distribusi.

Program program unggulan ini direncanakan pada akhir tahun 2019 akan sampai pada tahap kemandirian, namun realitas yang kita adapi sekarang, implementasi program belum mencapai target yang diharapkan.

Hal ini terlihat dari semakin meroket dan tidak terkendalinya harga bahan pokok strategis kelompok komoditas voletile food ( vf )terutama dari komoditas cabai merah.

Kenaikan cabe merah di Sumatera Utara khususnya Kota Medan menyumbang Inflansi di bulan Augustus 2019 sebesar 0,27% man to man ( mtm) dan 5,90% year to date ( ytd), walaupun mengalami penurunan dibanding bulan sebelunya yang mencapai 0,95% ( mtm) namun secara tahunan Inflansi indek harga konsumen ( IHK ),Sumatera Utara periode Agustus naik sebesar 0,18% ( mtm ), atau 6,47%( yoy ), lebih tinggi dari bulan sebelum nya sebesar 6,28% ( yoy ) menjadi tertinggi di pulau Sumatera.

Menyikapi tingginya Inflansi akibat kenaikan harga cabai merah yang mencapai 9,67% sangat mempengaruhi daya beli masyarakat, sesuai hasil kesepakatan dalam rakor Provinsi bulan Juli 2019 TPID Sumatera Utara berkomitmen untuk fokus ke komoditas cabai merah, dengan mendorong penerbitan payung hukum, regulasi terkait data pangan dan dana talangan Inflansi, mendorong peran aktif BUMD dalam menjalin kerja sama antara daerah optimilisasi Sistem Resi Gudang ( SRG ) , yang dimiliki daerah serta mengcreate trategis pengendalian Inflansi daerah yang inovatif di tiap Kabupaten / Kota.

Untuk menindak lanjuti hal tersebut Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berupaya membuat terobosan kebijakan dan Inovasi program yang di sesuaikan dengan prinsip 4 K ( Keterjangkauan, harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran Distribusi , dan Komunikasi yang Efektif ), melalui koordinasi dan sinergitas OPD dan Stakeholder terkait.

Dalam Rakor ini diharapkan seluruh OPD dan Stockholder terkait serta seluruh kita yang ada di ruangan ini mencurahkan ide, gagasan dan pikirannya untuk dapat merumuskan langkah langkah trategis dan tehnis yang terukur, akuntable dan reliable sesuai perannya masing masing.

BUMD PT. Bhineka Perkasa Jaya juga diminta untuk proaktif memulai kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan dengan Bumdes sehingga kedepan dapat hadir dipasar dalam rangka mengendalikan harga dan memenuhi pasokan cabai merah tidak hanya di Kabupaten Deli Serdang tetapi juga sebagai buffer stock Kota Medan.

Kabag Perekonomian dan SDA Putra Jaya Manalu menyampaikan bahwa dasar kegiatan yaitu Surat keputusan Bupati Deli Serdang Nomor : 15 Tahun 2019 tanggal 2 Januari 2019 ,tentang pembentukan Tim ( TPID ), Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019 ,Surat Bupati Deli Serdang Nomor : 005/ 3052,tanggal 22 Agustus 2019.

( Redaksi )

Editor:Pairin

Bagikan :