oleh

Murid SD Pemeran Video Viral Ini ternyata Hobi Nonton Konten Tawuran

Kota Bekasi, MPI
Beredarnya rekaman video yang menunjukkan perilaku kekerasan yang dilakukan murid sekolah dasar (SD) terhadap kawan-kawannya terus mencuri perhatian kalangan masyarakat. Belakangan terungkap, para pemeran dalam video yang viral ini merupakan murid SDN Pekayon Jaya III, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Prihatin dengan kondisi ini, pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi langsung mengunjungi SDN Pekayon Jaya III guna memberikan konseling kepada para murid dan orangtua murid yang terekam dalam video itu, Rabu (11/9). Kedatangan KPAI ini didampingi pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi, serta pihak Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kalangan masyarakat Kota Bekasi dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang berisi aksi kekerasan yang dilakukan seorang murid SD kepada kawan-kawanya. Dalam video berdurasi 13 detik itu terlihat salah seorang murid sedang berdiri lalu memukul beberapa murid lainnya yang duduk satu persatu.

Saat memberikan penjelasan, Neneng S selaku Pengawas Binaan menyebutkan murid dalam rekaman video yang diduga melakukan kekerasan itu merupakan murid Kelas VI berinisial Ad. Neneng menambahkan Ad merupakan anak yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis alias broken home.

Neneng mengisahkan, kejadiannya pada hari Senin (9/9) setelah upacara, ada murid SDN Pekayon Jaya III yang mengadu kepada Ad dan mengaku dipukul oleh murid SDN Pekayon Jaya VI. “Nah, Ad lalu mengunpulkan kawan-kawannya untuk melakukan pembalasan, tapi kawan-kawannya tidak ada yang mau. Karena kesal, Ad lalu marah dan melakukan pemukulan, dan direkam oleh salah seorang murid, hingga akhirnya video itu tersebar,” jelasnya.

Terkait adanya oeraturan sekolah yang melarang murid membawa gadget ke dalam kelas, Neneng mengaku pihak sekolah merasa kecolongan. “Padahal sering ada razia handphone, dan peringatan agar murid tidak boleh membawa handphone ke dalam kelas,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang tenaga psikologi yang mendampingi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi Siti Nur Hidayah menjelaskan, ternyata Ad memiliki hobi menonton konten kekerasan dan tawuran melalui youtube sejak tahun 2018 lalu. “Selain itu, setelah pulang sekolah, dia juga sering mampir ke Warnet dan bermain game online, yang akhirnya membentuk perilaku Ad menjadi seorang anak yang agresif,” paparnya.

Sedangkan Hadyan Rahmat dari KPAI Kota Bekasi menyatakan kedatangannya untuk mencari solusi dari permasalahan ini. “Kami berkumpul disini untuk bersama-sama menjadi bagian tanggungjawab kita terhadap generasi penerus bangsa,” katanya.

“Kami sudah melakukan mediasi dengan para orangtua, dan kita lakukan konseling sebagai upaya pemulihan terhadap psikologi anak-anak yang terekam dalam video tersebut karena korban dan pelaku masih di bawah umur. Yang lebih penting adalah pendekatan dari orangtua agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka,” kata Hadyan.

Hadyan berharap permasalahan ini tidak mengganggu hak para murid dalam bidang pendidikan. “Inilah fungsi mediasi hang kami lakukan, agar jangan sampai permasalahan ini membuat hak pendidikan para murid menjadi terganggu,” ujarnya. (Mul)

Bagikan :