Pelajar SLTP Kota Bekasi Berbuat Asusila, Diduga Pengaruh Pornografi

Bagikan :

Bekasi, MPI – Dampak negatif mudahnya mengakses konten dewasa atau pornografi yang menyebar di internet sepertinya tidak akan pernah habis, upaya pencegahan hingga pemblokiran website berkonten dewasa terus dilakukan pemerintah Indonesia.

Dampak negatif kali ini menimpa sepasang muda dan mudi yang diduga masih duduk di Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (Negeri) di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dalam video berdurasi 53 detik itu terlihat keduanya memperagakan adegan yang hanya boleh dilakukan oleh suami dan istri dengan berlatar belakang di sebuah warung.

Pihak Sekolah yang didatangi awak media membenarkan peristiwa itu dan terjadi beberapa bulan yang lalu antara Juni – Juli 2019, ketika libur sekolah. “peristiwa itu terjadi ketika sekolah libur dan sibuk mempersiapkan verivikasi PPDB Online dan itu merupakan tanggung jawab orangtua” ujar Kepala Sekolah berinisial “Y”.

Pihak sekolah sudah berusaha mendidik karakter siswa dan siswi mereka dengan menerapkan metode Sekolah Penjaminan Mutu Internal (SPMI), “sejak siswa masuk jam 06.30 Wib sudah memulai tadarus bagi yang muslim begitu juga dengan yang non muslim dengan harapan mampu membentuk karakter ahlak yang baik” jelasnya.

Sementara pihak keluarga mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh keduanya diluar tanggung jawab sekolah “kami sudah semaksimal mungkin mendidik anak kami” ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, mengenai peristiwa ini mengaku terkejut dan belum mendapatkan informasi dari pihak sekolah “akan mengklarifikasi informasi ini kepada pihak sekolah” tandasnya.

Sebelumnya kedua siswa dan siswi ini dilaporkan oleh warga kepada pihak sekolah karena telah berbuat asusila hingga akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan keduanya telah mengundurkan diri dari sekolah atas permintaan orangtuanya.

Editor : Hamdanil Asykar

Bagikan :