RS. Ananda Kota Bekasi Bantah Tuduhan Menolak Pasien KS

Bagikan :

Bekasi, MPI – Tudingan keluarga pasien korban kecelakaan meninggal di Rumah Sakit Ananda Kota Bekasi karena tidak dilakukan penangangan secara maksimal dan menolak pasien Kartu Sehat (KS) dibantah pihak Rumah Sakit.

Direktur Utama dr. Titi Masrifahati. RS. Ananda menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan sesuai dengan Prosedural, “saat sampai di IGD korban yang bernama M. Ali (60) dalam keadaan tidak sadar dan pendarahan di kepala serta patah tulang di paha, pasien di intubasi menggunakan ventilator di IGD” jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, sebelum dilakukan operasi, dokter harus menstabilkan kondisi pasien untuk menghindari resiko kematian di meja operasi karena kondisi pasien yang belum stabil. Setelah dilakukan rangkaian medis selama 6-8 jam akhirnya korban meninggal dunia.

Humas RS. Ananda, Zuliana Kartika Sari menunjukkan surat administrasi yang ditandatangani oleh penabrak yang menyatakan biaya pengobatan dan penanganan medis di RS. Ananda ditanggung oleh penabrak.

“surat pernyataan tertulis biaya RS ditanggung oleh penabrak, jadi tidak benar jika ada informasi korban meggunakan KS dan itu disaksikan oleh anak korban bernama M. Hidayat” ujar Kartika

Sebelumnya, Ade Andriansah menuding bahwa pihak RS. Ananda telah menolak Kartu Sehat berbasis NIK hingga akhirnya Ayahnya Meninggal. Ayahnya mengalami kecelakaan pada 28 Agustus 2019 lalu di turunan fly over Kranji, jalan Sultan Agung, Medan Satria, sekitar jam 01.30 Wib akibat ditabrak pengendara motor.

Editor : Hamdanil Asykar

Bagikan :