Viral Postingan Terkait Jenazah Dibawah Pulang Menggunakan Motor, Dirut RSUD Luwuk Mengaku Tidak Mengetahui Hal Tersebut

Bagikan :

LUWUK, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Viral Postingan Terkait Jenazah Dibawah Pulang Menggunakan Motor, Dirut RSUD Luwuk Mengaku Tidak Mengetahui Hal Tersebut.

Postingan di akun facebook Rifaldi Lamo terkait seorang ayah yang tidak sanggup membayar biaya ambulance untuk membawa pulang jenazah anaknya menjadi viral. Dalam postingan tersebut, netizen mempertanyakan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Dalam postingannya Rifaldi menyampaikan “dimana hati nurani kalian wahai pihak RS Luwuk Banggai. Bapak ini tidak sanggup bayar ambulance terpaksa mayat anaknya dibawah pakai motor”.

Dari hasil penelusuran postingan tersebut, bapak yang tidak diketahui namanya tersebut diketahui membawa pulang mayat anaknya dengan membawa motor. Dan akhirnya mendapatkan bantuan ambulance dari anggota legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Jody Dayanun.

Menurut kolega Jody, Widarty Dayanun, mereka bertemu dengan bapak tersebut yang sedang mampir didepan Masjid Annur, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk, sambil menenteng bayinya dengan menggunakan selembar kain berwarna kuning.

Saat itu, bertepatan bertemu dengan mobil ambulance dari keluarga Dayanun yang sementara mengantar jenazah ibu mereka yang disholatkan di masjid simpong.

Winarty menambahkan setelah ibu mereka
diantar dipekuburan Dayanun, mobil jenazah dari keluarga Dayanun langsung mengantarkan bapak yang sedang
menggendong seorang bayi tersebut kerumah duka.

“Semoga jadi pembelajaran untuk kita semua. Untuk apa mengumpul harta banyak-banyak, sedangkan amal baik kita tidak kita kumpulkan sebanyak-banyaknya sebagai tabungan diakhirat nanti. Bukalah hati nurani kalian,” komentar Winarty dipostingan facebook Rifaldi Lamo.

Sementara itu, Dirut RSUD Luwuk, dr. Gunawan, saat dihubungi awak media memgungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya kejadian tersebut.

“Saya tidak mengetahui kejadian tersebut. Saya baru mengetahui pasca dihubungi oleh teman-teman wartawan,” ungkapnya saat dihubungi awak media ini melalui sambungan telepon.

Selain itu, dr. Gunawan menjelaskan secara prosedural terkait ambulance untuk pengantaran jenazah, pihak rumah sakit mengarahkan pihak keluarga untuk menghubungi pihak Dinas Tata Kota selaku pengelola mobil jenazah.

“Biasanya apabila keluarga tidak mampu untuk membayar biaya sewa mobil ambulance, tetap dilayani, paling hanya mengganti atau mengisi bensin kendaraan saja. Atau juga biasanya keluarga pasien patungan untuk membayar biaya ambulance. Atau juga bisa menggunakan mobil ambulance milik pihak ketiga, misalnya milik partai politik atau perusahaan atau yang lainnya,” paparnya.

dr. Gunawan menegaskan, apabila pasien di rumah sakit ada yang meninggal untuk pengurusan mobil jenazah itu bukan berurusan dengan rumah sakit, namun dengan pihak Dinas Tata Kota.

“Itu semua supaya setiap SKPD terkait menjalankan tupoksinya masing-masing. Tidak semuanya dibebankan ke RSUD Luwuk. Dan saya akan mencari informasi terkait hal ini kepada jajarannya,” tandasnya.(dewi)

Bagikan :