Ingin Dikhitan Satgas Yonif R 142 di Atambua, Nanado Rela Tempuh 20 Km

Bagikan :

JAKARTA, MPI– Keinginan untuk mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ di Atambua, Nanado (16) warga Desa Asu Ulun, rela menempuh perjalanan sejauh 20 Km.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Mayor Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.,dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Atambau, NTT, Kamis (19/9/2019).

Diungkapkan Dansatgas, khitanan massal yang dilaksanakan pada Selasa (17/9/2019) oleh personel kesehatan di Mako Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ diikuti puluhan anak-anak dari wilayah Atambua Selatan.

“Kegiatan ini kami (Satgas) lalukan, karena masih banyak anak-anak yang belum disunat, padahal mereka ingin,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sunatan massal ini dilakukan pada pukul 15.00 Wita, supaya waktu belajar anak-anak tidak terganggu, karena pada jam tersebut, mereka sudah pulang sekolah.

“Antusisme anak-anak pun tampak jelas, seperti Nanado, warga Desa Asu Ulun, rela menempuh perjalanan jauh 20 Km hanya untuk bisa dikhitan,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Letda Ckm dr. Diggivio Indrianto mengatakan, Satgas terpanggil untuk menggelar khitanan massal, karena banyak mendengar keluhan dari orang tua bahwa mereka ingin mengkhitan anaknya tetapi terkendala biaya.

“Makanya kita menggelar kegiatan ini secara gratis untuk membantu orang tua yang kehidupan ekonominya masih pra sejahtera,” urainya.

Melalui kegiatan ini tambah Diggivio Indrianto, anak-anak dan yang lainnya, jika berniat untuk dikhitan, Satgas akan melayani.

“Tugas kami di sini juga untuk membantu bidang kesehatan. Jangan ragu untuk datang, semua pasti kita layani,” sahutnya.

“Kami akan selalu siap untuk melayani setiap keluhan kesehatan masyarakat di perbatasan. Karena selain menjaga tapal batas NKRI-RDTL, Satgas juga memiliki tugas Binter Nonsatkowil di bidang kesehatan untuk ikut memajukan masyarakat yang berada di perbatasan timur Indonesia,” terang Diggivio Indrianto.

Sementara itu, Nanado mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini. Walaupun menempuh perjalanan jauh dari desanya, tak mengurungkan niatnya tetap datang ke tempat kegiatan.

“Dulu pernah mau disunat, tapi karena sesuatu hal tidak terlaksana. Makanya ketika mendengar Satgas menggelar khitanan massal, saya bertekat untuk datang,”tuturnya.

Dirinya pun berterima kasih dan bersyukur sudah disunat oleh bapak Satgas yang baik hati.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan Pak. Ini sangat membantu orang tua kami yang kehidupan ekonominya pas-pasan,” pungkasnya. (Dispenad)

( Redaksi )

Editor:Pairin

Bagikan :