Suwardana Park Sediakan Apartement Yang Sesuai Selera Konsumen Warga Bogor

Bagikan :

Bogor, MPI

Pengembang properti PT Bumi Upaya Griya memulai usaha sejak tahun 1978 menghadirkan proyek apartemen low rise Suwardana Park di Jalan Raya Semplak (tepat berada di depan Lanud Atang Sanjaya), Bogor Barat Kota Bogor. Apartemen low rise adalah konsep hunian vertikal dengan tetap memberikan sentuhan layaknya rumah tapak.

Deputy Project Kevi Wicaksono mengatakan bahwa Suwardana Park merupakan apartemen pertama di Kota Bogor yang memiliki ketinggian enam lantai. Menurutnya hal itu bertujuan untuk mengoptimalkan keasrian Kota Bogor, serta kenyamanan dari para penghuni apartemen Suwardana Park agar lebih merasa menyatu dengan alam.

“Masyarakat Bogor bisa dibilang unik, (mereka) biasa hidup dekat dengan alam dan maunya ringkas. Oleh karena itu kami sediakan unit apartemen yang tidak terlalu masif, cukup enam lantai terasa kenyamanannya dan udara luar juga bisa dirasakan sejuk,” ujar Kevi kepada Media Patriot Indonesia, Jumat (20/09/2019)

Sales Manager Troy Mulvian menyatakan dengan hanya enam lantai, penghuni apartemen Suwardana Park akan lebih merasakan seperti tinggal di dalam hunian tapak serta menyatu dengan alam.

“Konsepnya adalah resort apartemen dan banyak sekali fasilitas-fasilitas yang diberikan. Seakan-akan alam Bogor ini pelengkap dari desain Suwardana Park. Jadi memang desainnya menyatu dengan suasana leisure dan family friendly,” ungkapnya.

Menurut Troy, Suwardana Park adalah bagian dari pembangunan kawasan superblock seluas 8,8 ha pertama di Bogor bernama Suwardana City. “Ini (Suwardana City) adalah masterplan kami untuk membangun kawasan superblock mixed use yang terdiri dari hunian, perkantoran dan pusat perbelanjaan. Jadi message yang ingin kami sampaikan dengan berinvestasi di Suwardana Park pasti untung,” ungkap Troy,” ujarnya.

Apartemen Suwardana Park dibangun diatas lahan 1,3 ha dan rencananya akan memiliki 4 tower dengan total 689 unit. Ada dua tipe unit yang ditawarkan, yakni Studio berukuran 22,5 meter persegi semi gross dan 2 Bedroom ukuran 36 meter persegi semi gross. Soal harga, untuk tipe Studio dibanderol mulai Rp 222 juta, sementara untuk tipe 2 Bedroom dibanderol mulai Rp 354 juta.

Deputy Project Suwardana Park, Iman Rivanda mengatakan, grand launching apartemen Suwardana Park akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini pihaknya masih melakukan proses NUP (Nomor Urut Pemesanan).
“Bagi yang berminat, bisa mengajukan NUP dengan syarat membayar formulir NUP sebesar Rp 2 juta, serta menyiapkan KTP dan NPWP,” ungkap Franky.

Soal mekanisme pembayaran, konsumen yang sudah melakukan NUP, pengembang menawarkan tiga opsi pembayaran, yakni tunai keras, tunai bertahap dan kredit kepemilikan apartemen (KPA).

Untuk mekanisme pembayaran tunai bertahap, pembeli dapat membayar angsuran selama 48 kali sebesar Rp 5,1 juta per bulan ditambah booking fee Rp 9,5 juta untuk pembelian unit tipe Studio. Sementara untuk tipe 2 Bedroom angsurannya sebesar Rp 8,2 juta per bulan ditambah booking fee Rp 11,4 juta.

Bagi yang memilih cara bayar menggunakan KPA, DP dapat di cicili 7 kali sebesar Rp 3 juta per bulan ditambah booking fee Rp 8 juta untuk tipe Studio dan sebesar Rp 5 juta per bulan ditambah booking fee Rp 8 juta untuk tipe 2 Bedroom.

Keunggulan

Selain menyatu dengan alam, apartemen Suwardana Park juga di desain sebagai smart building, karena dilengkapi fitur smart home control, yakni fitur untuk pengaturan efisiensi penggunaan listrik dan monitoring keamanan, baik dari dalam maupun luar lokasi hunian melalui smartphone.

Para penghuni apartemen Suwardana Park juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang akan tersedia, seperti kolam renang, jogging track, outdoor gym, function room, outdoor children playground, taman rekreasi, taman bermain, roof top garden, keamanan 24 jam dan shuttle bus gratis ke fasilitas pendukung sekitar. (Heri MPI)

Editor:Hamdanil

Bagikan :