Diduga Ada Konspirasi CSR, PT. DSLNG Dan Pemkab Banggai Didesak Untuk Transparansi

Bagikan :

BATUI, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Masyarakat Kecamatan Batui, melalui Lintas Generasi Mian Batui dan Lembaga Adat Batui mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai dan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), untuk transparansi terkait Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung jawab Sosial Perusahaan.

Hal ini disampaikan Sugianto Adjadar, Korlap dua aksi unjuk rasa Lintas Generasi Mian Batui yang digelar di dekat gerbang Obvitnas PT DSLNG, Kamis (19/09), di Kecamatan Batui.

Aksi ini Menuntut PT DSLNG merealisasikan janji bis sekolah dan beasiswa bagi pelajar Batui yang kurang mampu. Serta ransparansi CSR, termasuk tim penyusun program CSR dan pengawasnya sesuai dengan undang-undang.

Dalam orasinya Sugianto mengungkapkan bahwa perusahaan hilir Migas yang telah berproduksi kurang lebih 6 tahun lamanya di Kecamatan Batui tersebut dirasakan tidak mampu mensejahterakan masyarakat Batui.

“PT DSLNG telah enam tahun berproduksi. Namun masyarakat Batui menilai masuknya investasi di Batui tersebut tidak mampu mensejahterakan masyarakt Batui. Kita hanya menuntut apa yang menjadi hak kita sebagai masyarakat Batui,” tegasnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Batui ini juga mengatakan bahwa ada indikasi konspirasi yang dimainkan oleh investor di Batui dan pemerintah daerah, dalam hal CSR.

“Perda nomor 3 tahun 2014 dan Perbup nomor 9 tahun 2018 disebutkan dengan jelas tentang tata cara alokasi penerimaan bantuan program CSR dan lingkungan perseroan terbatas. Seharusnya investor dan pemerintah mengawal hal ini, mulai dari persoalan tim penyusun sampai pengawasnya,” ujarnya.

Selama kurang lebih enam jam aksi digelar, akhirnya PT DSLNG menggelar hearing dengan masyarakat dan menghasilkan 3 point risalah pertemuan.

Yakni, dinyatakan bahwa perusahaan PT DSLNG sangat netral, bahwa pihak PT DSLNG selama ini selalu mengikuti arahan pemerintah, dan pihak pemerintah Kecamatan Batui (Sekcam, Kapolsek, dan Danramil) berinisiatif untuk berkordinasi dengan Pemkab Banggai dan mengikut sertakan perangkat adat, lembaga adat Batui, dan generasi muda batui serta pihak PT DSLNG.

“Hasil pertemuan tersebut juga menjadi acuan oleh LMBG untuk  mencapai tujuan tuntutan selama yang selama ini diperjuangkan. Dan apabila berusahaan dan Pemkab Banggai tidak menerima tuntutan tersebut, LMBG berjanji akan melaksanakan unras dengan membawa massa lebih besar  dari sebelumnya,” tandasnya.(dewi/adm)

Bagikan :