oleh

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di Bekasi

Bagikan :

Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap sejumlah orang di beberapa lokasi di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Senin (23/09) pagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan mereka tergabung dengan jaringan Kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

“Ya, betul. Kelompok JAD Bekasi dan JAD lainnya. Saat ini sudah dilakukan preventive strike di beberapa lokasi guna mencegah serangan aksi teror dan telah ditemukan materi bom berbahan TATP (High explosive) dan beberapa bukti-bukti berbahaya lainnya. Tim masih di lapangan,” kata Dedi

Individu pertama yang ditangkap adalah Sandi Purnama alias Abu Said (18). Dia dibekuk di Tambun Selatan, Bekasi, sekitar pukul 05.35 WIB.

“SP diduga terlibat dalam pembelian material bahan peledak melalui e-commerce, seperti Aseton, gelas plastik pengukur, sendok pengaduk bahan kaca, Hcl dan H2O2,” kata Dedi.

SP, lanjutnya, merencanakan aksi amaliyah dengan menyerang pos kepolisian.

Selang 10 menit kemudian, Densus 88 menangkap Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba (28). Penangkapan dilakukan di Tambun Selatan, Bekasi, sekitar pukul 05.45 WIB.

“Keterlibatan yang bersangkutan merupakan Amir dan mengkoordinir Ikhwan untuk bergabung ke Bekasi, mengajarkan bela diri setiap hari minggu sore di Perumahan Cluster Paris Residence Bekasi. Ikut Baiat di rumah Eka Hendra Utama dan melaksanakan Idad di Gunung Salak Bogor,” ujar Dedi.

Sekitar 20 menit kemudian, Densus 88 beraksi lagi di Tambun Selatan. Aparat menangkap Surya Juniawan alias Haidar Al Ghazi (20) dan Igun Gunawan (19).

“Keterlibatannya yaitu ikut Baiat di rumah Eka Hendra Utama, ikut latihan bela diri di Perumahan Cluster Paris Residence Bekasi dan mengikuti idad di Gunung Salak Bogor,” papar Dedi.

Selanjutnya, sekitar pukul 07.05 WIB, Densus 88 bergerak ke Kecamatan Tambun Utara guna menangkap pasangan suami-isteri. Mereka diketahui bernama Asep Roni (22) dan Sutiyah (19).

Asep ditangkap karena disebut terlibat memiliki bahan peledak H202 dan serbuk TATP dan mengikuti idad bersama dengan kelompok Fazri Pahlawan Alias Abu Zee Ghuroba di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat pada 13-15 September 2019.

“Untuk Sutiyah ikut idad bersama kelompok Asep Roni CS di Gunung Salak,” tutur Dedi.

Selanjutnya, Densus 88 menangkap Awal Septo Hadi alias Ummu Alisha (27). Penangkapan dilakukan di Kota Bekasi, Jawa Barat. Awal diduga merencanakan aksi amaliyah dengan menyerang pos polisi.

Kelompok Jamaah Ansharut Daulah atau JAD merupakan bentukan Aman Abdurrahman karena terbukti berafiliasi dengan organisasi teroris ISIS.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Lima lokasi penangkapan itu di antaranya di Jalan Nirwana II, RT 2 RW 04, Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi; Jalan Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi; Jalan Desa Tridaya Sakti 48, Tridaya Sakti, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kemudian Jalan KH Mas’ud, Tridaya Saktu, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dan Jalan Aren Jaya 2 Nomor 53, RT 007 RW 002 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Benar ada empat lokasi di wilayah kami,” ujar Candra Sukma Kumara.

Menurut dia, penggerebekan teroris di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi yakni terduga teroris jaringan JAD di Tambun Utara dan Tambun Selatan. Namun, untuk informasi lanjut atau detailnya ada di Mabes Polri.

“Penangkapan ini langsung ditangani Densus 88,” katanya.

Sementara, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto juga membenarkan adanya penggerebekan di wilayah Kota Bekasi. Dia enggan merinci detail terkait penggerebekan dan penangkapan terduga teroris tersebut.

“Tanya Densus, tapi kami memang diminta bantuan pengamanan,” katanya singkat. (bens)

Bagikan :