Sembilan Polisi Terluka Saat Amankan Demo Di Gedung Sate.

Bagikan :

Bandung, MPI. Sebagai anggota Polri harus memiliki jiwa melindungi dan mengayomi saat bertugas khususnya saat mengawal demokrasi kebebasan mengemukakan pendapat masyarakat ataupun kelompok apapun.

Hal tersebut dibuktikan, saat Mahasiswa Bandung turun ke jalan hari ini, Senin (23/09), Mereka berkumpul di Gedung DPRD Jabar, Jl Diponegoro.

Aksi awalnya sangat kondusif namun menjelang senja sempat memanas saat mahasiswa hendak merangsek masuk Gedung Wakil Rakyat Provinsi Jawa Barat

Kericuhan terjadi selepas Magrib, terlihat  mahasiswa 
mencoba masuk ke halaman DPRD Provinsi 
Jawa Barat. Di balik pagar, polisi melakukan penjagaan.

Lemparan demi lemparan kemudian terjadi. Mahasiswa melemparkan batu dan benda keras lainnya ke dalam halaman tempat Personel Polri melakukan pengamanan,
Melalui pengeras suara polisi mencoba menenangkan  mahasiswa.

Polisi juga meminta koordinator aksi untuk menenangkan rekan-rekannya.
Melihat masa demo yang mulai masuk, polisi akhirnya mengerahkan water cannon, semburan air dari water cannon tak membuat mahasiswa  mundur.

Akibat kejadian tersebut memgakibatkan personel pemgamanan dari Polisi menjadi korban kericuhan demo, berikut kondisi anggota polisi yang menjadi korban yg mengalami luka pada saat penanganan unjuk rasa di depan kantor DPRD provinsi Jabar.

1. AKBP Sutorih – Dalmas Polda- Luka dan memar di kaki kanan

2. Brigadir Indra – Reskrim – Luka robek di jari kanan

3. Ipda Budi – Humas – Memar tangan kiri

4. Bripda Andi – Dalmas Polda – luka robek di leher kanan – evakuasi ke rs halmahera

5. Bripda Ilham – Dalmas Polda – keseleo tangan kanan – evakuasi ke rs halmahera.

6. Bripda Fauzan – dalmas polda – evakuasi ke rs halmahera dan kemudian dirujuk ke rs cicendo.

7. Bripda Febi Alexander – brimob cikole – luka di bawah mata kanan

8. Bripka E Prasetyo – brimob cikole – Sesak nafas dan luka pada kepala – Evakuasi Ke Rs Halmahera.

9. Bripda Fikri – dalmas polda – luka robek di dagu 4 cm – evakuasi ke rs halmahera.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menyampaikan pada kesempatan ini,” Sebagai pelayan masyarakat, polisi bertanggung jawab atas situasi kamtibmas, harus diketahui oleh kita bersama tugas kepolisian tidaklah mudah, polisi tetap melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat dan bertanggung jawab atas segala situasi Kamtibmas di wilayah Jabar”.

Selanjutnya Polda Jabar akan melakukan penyelidikan terkait kericuhan demo mahasiswa tersebut yg awalnya kondusif berubah menjadi ricuh karena adanya provokatif oleh kelompok tertentu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. menginformasikan. Kapolda Jabar pun pada kesempatan pertama bersama Pejabat Utama dan Kapolrestabes Bandung akan menjenguk personel polisi yg menjadi korban.
(Penmas Polda Jabar).

Editor. : Rie

Bagikan :