Miliki Senpi Rakitan, Pemuda Asal Poso Terancam Hukuman Mati

Bagikan :

LUWUK, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Seorang pemuda asal Kelurahan Mapane, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Hendra (24), terancam hukuman mati karena memiliki senjata api (senpi) rakitan tanpa izin.

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banggai, AKBP Moch. Sholeh, SIK, SH, MH, saat menggelar konfrensi pers kasus tindak pidana tanpa hak memiliki atau menguasai senjata api rakitan dan amunisi, di Mapolsek Luwuk, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Selasa (24/09).

Dalam gelar konfrensi pers, Kapolres didampingi Kapolsek Luwuk, Kompol Salmon Angeliti; Kabag Ops Polres Banggai, AKP Noperto; dan KBO Satreskrim Polres Banggai, IPDA Teddy Polii.

Kapolres menyampaikan terungkapnya hal ini berawal dari laporan yang diterima pihak Polres Banggai dari Unit Intel Kodim 1308/LB, yang melaporkan kepihak kepolisian Polres Banggai serta menyerahkan barang bukti tersebut untuk di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Ia memaparkan 1 (satu) pucuk senjata api rakitan pistol, 4 (empat) buah amunisi aktif caliber 3,8, dan 2 (dua) pegas, pertama kali ditemukan oleh seorang wanita yang diketahui beridentitas IM, didasbor mobil Senia warna merah bernomor polisi DD 1892 MM, yang disewanya di PO. Rina Jaya, Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, Rabu (18/09).

Mendapati hal tersebut, IM yang terkejut langsung menemui seorang lelaki beridentitas AD yang dalam kesehariannya mengelola PO Rina Jaya. Dari AD diketahui pemilik mobil yang dititipkan di PO Rina Jaya untuk direntalkan (disewakan) tersebut beridentitas lelaki Hendra, Kelurahan Mapane, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.

AD kemudian melaporkan dan menyerahkan
senjata dan amunisi tersebut ke anggota TNI satuan Kodim 1308/Lb, Sertu Rustam Django. Oleh Sertu Rustam, barang bukti tersebut diamankan di Unit Intel Kodim 1308/LB untuk kemudian diserahkan ke pihak Polres Banggai.

Hendra Ditangkap Di Pelabuhan rakyat

Kapolres menuturkan, usai menerima laporan dan barang hukti tersebut, Jumat (20/09), Unit Jatanras Reskrim bersama Unit Intelkam Polres Banggai melakukan penyelidikan keberadaan tersangka.

Dalam penyelidikan, petugas mendapatkan informasi tentang keberadaan tersangka di kompleks pelabuhan rakyat, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk.

Atas informasi tersebut, Minggu (22/09), sekitar pukul 03.30 wita, dilakukan penangkapan terhadap tersangka dan dibawa ke Mapolres Banggai untuk di lakukan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres menegaskan tersangka dijerat dengan Pasal 1ayat (1) UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 tentang mengubah UU Indonesia terdahulu nomor 8 tahun 1948.

“Barang siapa,yang tanpa hak memasukan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba, memperoleh menyerahkan atau mencoba menyerahkan menguasai, membawa mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya menyimpan mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi, atau sesuatu bahan peledak dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun,”tandas Kapolres.(dewi/adm)

Bagikan :