September 2019, 170 Kasus HIV Dan 116 Kasus AIDS Di Kabupaten Banggai

Bagikan :

LUWUK SELATAN, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Kondisi di Kabupaten Banggai sampai dengan bulan September 2019 menunjukkan bahwa angka kumulatif HIV ada 170 kasus, AIDS 116 kasus dan yang meninggal dunia 57 orang.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Mustar Labolo, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai, saat membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian dan Penanggulangan AIDS, Di Ballroom Hotel Santika, Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Senin (23/09).

Wabup Banggai, Mustar Labolo, yang juga menjabat sebagai Ketua KPA Banggai.(foto: humas)

Lebih lanjut Mustar menegaskan bahwa dengan jumlah kasus tersebut diperlukan daya dorong atau Critical Driving Force yang memadai, diantaranya dengan melakukan TOP ( Temukan,Obati, dan Pertahankan) melalui upaya yang lebih intensif yang dilaksanakan oleh KPA Kabupaten Banggai.

Selain itu, Mustar juga menyampaikan apabila seseorang terbiasa hidup dengan mengkonsumsi narkoba maka kemungkinan dia terpapar Virus HIV AIDS itu sangatlah besar.

“Karena Narkoba dan HIV AIDS ibarat keping mata uang, di mana antara keduanya saling berkaitan dan saling mempengaruhi,” tuturnya.

Sementara itu, Mustar juga menambahkan bahwa keberhasilan suatu bangsa diawali dengan keberhasilan dalam membina generasi mudanya.

“Keberhasilan suatu bangsa diawali oleh keberhasilan dalam membina generasi mudanya, dan kehancuran suatu bangsa juga diawali oleh kehancuran generasi mudanya,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan komitmen bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk pengendalian HIV AIDS dengan mengacu pada standar pelayanan minimal kesehatan.

“Komitmen bersama semua pemangku kepentingan diperlukan dalam mengendalikan dan menanggulangi HIV AIDS. Dari hulu sampai hilir, dengan mengacu pada standard pelayanan minimal kesehatan guna pengendalian HIV AIDS,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Mustar juga berharap melalui rakor pengendalian dan penanggulangan AIDS ini dapat memberikan hasil yang bermanfaat dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyakit HIV AIDS secara komprehensif.

“Upaya mencegah dan menanggulangi penyakit HIV AIDS secara komprehensif pada gilirannya dapat menyelamatkan generasi muda, khususnya para pelajar, mahasiswa dan para pemuda, dalam rangka menyelamatkan anak bangsa dari belenggu penularan penyakit HIV AIDS,” tandasnya.(dewi/adm)

Bagikan :