Gelorak Satu Nusa Untuk Papua Damai, Satgas Yonif 713 dan Warga Bulatkan Tekad Persatuan dan Persaudaraan

Bagikan :

JAKARTA,MPI – Gelorakan suatu kegiatan yang bertajuk satu nusa, satu bangsa untuk Papua damai, Satgas Pamtas Yonif 713/Satyatama dan warga bulatkan tekad menjaga persatuan dan kesatuan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 713/ST, Mayor Inf Dony Gredinand, S.H.,M.Tr.Han.,M.l.Pol. dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (25/9/2019).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (24/9/2019), di Balai Desa Kibay, Distrik Arso Timur yang diikuti 600 orang tersebut bertujuan mempersatukan semua elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu terkait dinamika yang terjadi di Papua belakangan ini.

“Diharapkan dalam kegiatan ini semua komponen masyarakat untuk menjaga wilayah ini selalu damai, aman dan semua hidup dalam satu kekeluargaan. Mari kita buktikan keberagaman itu dapat menjaga keutuhan kekeluargaan,“ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, acara diawali dengan penerimaan secara adat kepada Wakil Bupati Keerom Piter Gusbager,S.Hut.,MUP.,dan Dansatgas Pamtas yang diiringi tari tarian adat masyarakat Kibay.

“Kegiatan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat ini, menjadi bukti bahwa kita bisa bekerja bersama-sama, membaur satu sama lain, dan bisa mendukung satu sama lain,” jelasnya.

Kegiatan ini lanjut Dansatgas, kental dengan nuansa persatuan dan kesatuan, yang dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, puisi kebangsaan dan menyanyikan lagu Papua Pulau Indah.

“Acara ini dikemas untuk menjaga persatuan dan kesatuan, hidup berdampingan, damai dengan penuh kasih sayang, tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar, dan menolak kelompok separatis dan radikal di tanah Papua,” urai Dony Gredinand.

Dirinya berharap, seluruh komponen masyarakat untuk mempererat silahturahmi, saling bantu-membantu, tolong-menolong, sehingga tercipta keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama.

“Kehadiran kami disini untuk menjaga keamanan bangsa dan negara serta masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama meningkatkan Sumber Daya Manusia karena majunya suatu negara tergantung dari sumber daya manusianya,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Kibay merupakan salah satu kampung paling pinggir, salah satu kampung yang letaknya berada di garis batas yang ada di Kabupaten Keerom ini.

“Saya begitu merasa terhormat diundang oleh Satgas Pamtas untuk hadir di Kampung Kibay ini dalam acara Satu Nusa Satu Bangsa untuk Papua damai,” ucapnya.

“Kita ini Nusantara, kita semua Indonesia. Rambut boleh beda, kulit boleh beda, tetapi kita satu nusa, satu bangsa yaitu Indonesia,” terang wakil Bupati.

Piter Gusbager mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terhasut dan terprovokasi oleh hal-hal yang sifatnya tidak benar.

“Jangan ikut-ikutan membuat kerusuhan, tapi jadilah pembawa damai, hadirlah sebagai penyejuk untuk saling mengasihi sesama ciptaan Tuhan. Mari kita jadikan Kampung Kibay ini Kabupaten Keerom ini sebagai surga kecil,” harapnya.

Tambahnya lagi, untuk mensejahterakan masyarakat, jalan yang saat ini dikerjakan akan selesai pada awal tahun 2020, dan pada tahun itu juga juga akan ada lagi pemekaran dua Kampung dan Pemekaran Distrik baru yaitu Distrik Bewan.

“Kalau ada masyarakat kita yang tinggal di PNG, ajaklah mereka pulang untuk bersama-sama membangun Kabupaten Keerom ini, karena Papua ini adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Selain Wakil Bupati, hadir pula dalam acara ini Wadan Satgas Pamtas Yonif 713, Kepala Distrik Arso Timur, Danramil 1701-04/Arso, Kapolsek Arso Timur, Pendeta Karel Sopemena, S.Th. dan Tokoh Masyarakat Arso Timur. (Dispenad)

( Redaksi )

Editor:Pairin

Bagikan :