Irwanto Kulap : Jurnalis Hanya Bisa Meliput dan Mendengarkan Orasi, Dengan Rokok di Mulut

Bagikan :

Anggota Legislatif DPRD Banggai Fraksi Golkar, Irwanto Kulap

LUWUK, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Di mata Irwanto Kulab, seorang aleg DPRD Banggai asal fraksi Golkar, jurnalis itu adalah orang yang hanya bisa meliput dan mendengarkan orasi mahasiswa, dengan ROKOK DI MULUT.

Penilaian itu dituliskannya melalui akun facebooknya, saat mengomentari sebuah pemberitaan di Banggai Post, tentang sebuah kondisi yang terjadi saat demonstrasi mahasiswa, kamis (26/09) kemarin.

Mungkin tak menyetujui isi pemberitaan yang dimaksud, akun facebook Irwanto Kulab meminta untuk tak mengotori niat tulus mahasiswa yang tengah berdemonstrasi, di kantor DPRD Banggai.

“Jgn di kotori niat tulus mereka dgn prasangka2 yg buruk di saat kita hanya bisa meliput dan mendengarkan orasi mereka dgn rokok di mulutnya,” tulis akun Irwanto Kulab, yang ditutup dengan tiga gambar emoticon tertawa terbahak-bahak.

Untuk diketahui, pemberitaan di fanpage Banggai Post dengan judul ‘MAHASISWA BERTERIAK DI LUAR, KETUA-KETUA BEM NEGOSIASI TERSELUBUNG DI DALAM’ diterbitkan oleh admin fanpage Banggai Post, setelah melakukan peliputan di kantor DPRD Banggai.

Dimana saat itu, puluhan bahkan ratusan mahasiswa dan pelajar, tengah berdemonstrasi terkait penolakan RUU KUHP dan RUU lainnya yang diwacanakan pemerintah pusat.

Irwanto Kulab, satu-satunya anggota DPRD Banggai yang kemudian menemui massa demonstran. Awalnya berbicara di atas sebuah kendaraan para demonstran, Irwanto Kulab kemudian diminta untuk turun dari kendaraan itu, dan berbicara kepada massa demonstran. Permintaan itu kemudian disanggupinya.

Oleh Irwanto Kulab, dirinya meminta apakah massa demonstran bersedia untuk berdialog dengan seorang anggota DPRD Banggai seorang diri, atau menunggu seluruh anggota DPRD Banggai. Mendapat permintaan Irwanto Kulab, mahasiswa menjawab akan berembuk. Dan hasilnya, disetujui dialog akan dilakukan setelah seluruh anggota DPRD Banggai lengkap.

Suasana demonstrasi yang riuh gemuruh dengan orasi dan teriakan-teriakan penuh semangat, tak beberapa lama kemudian beberapa mahasiswa yang diketahui para ketua BEM Universitas, masuk dalam ruang pertemuan di dalam kantor DPRD Banggai.

Oleh sejumlah awak media, melihat masuknya para ketua BEM itupun coba diikuti untuk diliput. Dengan mengira akan ada dialog antara perwakilan mahasiswa, dengan pihak DPRD Banggai.

Namun belum jelas apa maksud para ketua BEM masuk ke ruang pertemuan, melihat kehadiran para awak jurnalis dalam ruangan langsung ditanggapi keras. Ketua BEM Fisip Unismuh, bernama Aldo, dengan tegas meminta yang tidak berkepentingan untuk keluar dari dalam ruangan pertemuan. Bahkan jurnalis sekalipun.

Dengan alasan, dalam ruangan tersebut adalah khusus bagi para ketua BEM atau pimpinan-pimpinan mahasiswa. Dan saat itu mereka tengah menguasai gedung yang masih diklaim Aldo sebagai gedung rakyat.

Seorang jurnalis dari media KPK, Tommy, yang bersikeras tetap di dalam dan bingung atas permintaan para ketua BEM, kemudian diteriaki untuk segera keluar. Sejumlah awak media pun meninggalkan ruang pertemuan itu, dengan tak lagi tahu apa yang akan terjadi, apa yang hendak didialogkan, atau dengan siapa dialog itu dilakukan.

Karena saat itu pertemuan yang dilakukan tertutup, sebelumnya hanya ada Irwanto Kulab, aleg DPRD Banggai, awak media menduga bahwa dialog kedua belah pihak mungkin saja berlangsung. Namun untuk memastikannya, awak media sudah tak mampu. Karena mendapat penolakan untuk masuk dalam ruang pertemuan.

Klarifikasi dari sebuah akun yang mengaku ketua BEM Fakultas Perikanan UML, juga ikut mengomentari berita tersebut. Dalam postingan, akun bernama Ikal Fhayruz itu menuliskan “Untuk admin Banggai Post saya pikir perlu untuk mengklarifikasi tulisan ini, karna fakta yang ada didalam ketika seluruh ketua-ketua BEM dan Pimpinan Lembaga kemahasiswaan sedang mengadakan rapat, itu tidak pernah melibatkan satupun unsur anggota DPRD, saya adalah saksi, karna saya selaku Ketua BEM FAK, PERIKANAN UML merasa bahwa tulisan ini, telah mencederai pergerakan kami” klarifikasinya.(dewi/adm)

Bagikan :