Pasca Insiden Demonstrasi Kendari, Din Syamsuddin Imbau Semua Pihak Tak Terjebak dalam Permusuhan

Bagikan :

Jakarta, MPIKetua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menyatakan prihatin dengan meninggalnya seorang mahasiswa bernama Immawan Muhammad Randi dalam unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara.“Saya berpesan kepada segenap keluarga besar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di seluruh Tanah Air untuk memanjatkan doa kehadirat Allah SWT agar almarhum memperoleh husnul khatimah,” kata Din yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/7/19)Bagi setiap pihak, dia meminta agar tetap tenang dan tidak terhasut untuk melakukan tindakan anarkisme serta selalu kompak dalam menegakkan “amar makruf nahi munkar” yaitu memerintahkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.”Meminta kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak terjebak ke dalam permusuhan dan kecenderungan adu kekuatan. Saya prihatin atas jatuhnya korban dalam aksi protes mahasiswa baik luka-luka maupun meninggal dunia,” kata dia.Menurut dia, aksi protes mahasiswa dan pelajar yang mengeritik proses pembuatan undang-undang yang dinilai mengabaikan aspirasi rakyat adalah bentuk “amar makruf nahi munkar” tapi harus dilakukan dengan cara baik.Sementara itu, Polri akan membentuk tim investigasi gabungan untuk menyelidiki tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi, saat unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tim tersebut baru akan dibentuk bila hasil autopsi membuktikan kematian Randi akibat peluru tajam.”Tim gabungan terdiri dari polri, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan beberapa pihak terkait. Dengan tujuan mengetahui siapa yang melakukan penembakan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Mabes Polri Irjen M. Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat ( 27/9/19).Iqbal meminta masyarakat bersabar menunggu hasil autopsi. Dia menjamin autopsi dilakukan secara netral dengan disaksikan oleh kepolisian, dokter, perwakilan keluarga Randi, dan perguruan tinggi.”Kita lihat (nanti) hasilnya,” ucap Iqbal.

Bagikan :