Konsolidasi Akbar Forum Anak Minang Perihal Terbunuhnya Saudara Sakampuang Kito Di Wamena Papua

Bagikan :

Mediapatriot.co.id — Jakarta — Dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang.
Anak dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan, jaga Nagari (Negara) jan binaso.

Masyarakat Minangkabau saat pergi merantau, hadir menjadi bagian masyarakat egaliter dan tidak menciptakan kekacauan dan menyulut permusuhan baik di Indonesia maupun Dunia. Tapi apa yang terjadi di Wamena, saat orang kampung kita dihilangkan nyawa, diusir, dan dihancurkan, sungguh perbuatan yang keji telah terjadi di Wamena. Saudara-saudara kita yang tidak berdosa menjadi korban kebiadaban dari oknum masyarakat di Wamena.

Selama ini orang Minang tidak pernah menganggu ataupun melakukan perbuatan-perbuatan yang aneh dimanapun orang minang berada, namun sekarang orang minang telah diusik dan kehilangan nyawa dan harta dan jika ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk Persatuan Indonesia yang tekenal dengan kasih sayang dan persaudaraan, dimana masyarakat minang berada.

Kami tidak mau orang Minangkabau menjadi korban kebiadaban kembali yang dilakukan oleh teroris kemanusiaan dan disintegrasi bangsa. Kami orang Minangkabau ingin selalu hidup damai dan berkontribusi positif di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agar kedepan tidak terjadi lagi peristiwa yang sama dan untuk menjaga stabilitas keamanan, kami memiliki tuntutan sebagai berikut:

1. Mencabut gelar adat sako Gubernur Papua, Lucas Enembe.
2. Presiden, Kapolri, BIN, Menkopolhukam, Panglima TNI harus memastikan jaminan keamanan kepada orang Minangkabau di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Meminta presiden dan gubernur papua meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat.
4. Menumpas teroris yang telah mengacaukan keamanan nasional di Papua dan Papua Barat.
5. Meminta pemerintah menanggung seluruh kerugian materil dan imateril yang diperoleh masyarakat Minangkabau di Papua.

Sebagai bentuk dari solidaritas,
1. Menggalang dana “badoncek” untuk membantu kehidupan pengungsi terdampak kerusuhan Wamena.
2. Kami menghimbau kepada perantau untuk melakukan aksi solidaritas untuk mengosongkan pasar dan tidak menjual nasi
Padang.

Demikian siaran pers yang diterima awak media, Ahad, (29/09/2019) di Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Firdaus, yang ditunjuk menjadi korlap menyampaikan, “Kami akan mengadakan Aksi Minang menggugat dan melakukan sholat ghoib di depan Istana pada hari rabu jam 13.00 Wib.” pungkasnya. (fri)

Bagikan :