Perempuan Punya Peran Penting Bagi Pembangunan Mental Spiritual

Bagikan :

Setiap manusia memiliki potensi diri yang telah dikaruniai oleh Tuhan. Tidak terkecuali juga dengan wanita, statusnya sebagai istri atau ibu rumah tangga semestinya tidak menutup potensi dirinya yang harus terus digali, dibangun dan dikembangkan . Wanita hebat tak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga atau sebagai perempuan karier saja, tetapi juga harus bisa menjadi panutan atau sosok yang bisa menginspirasi orang lain, baik laki-laki maupun perempuan.

Atas dasar hal itu dan dalam upaya memberikan apresiasi kepada para perempuan Kabupaten Bekasi yang punya inspirasi bagi masyarakat dan daerah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi setiap tahun rutin menggelar Lomba Pemilihan Perempuan Inspiratif Tingkat Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Pelindungan Perempuan dan Pelindungan Khusus Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi,  H.Titin Fatimah, Msi, salah satu tolak ukur ‘Perempuan Inspiratif ‘ adalah perempuan yang memberikan inspirasi bagi masyarakat dan pemerintah yang bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan,  misalnya dengan membentuk kelompok usaha.

Setahun sebelumnya atau di 2018 lomba serupa juga digelar DPPKA. Lomba ini, ujar Titin,  penting artinya karena sosok perempuan inspiratif juga dibutuhkan Kabupaten Bekasi dalam berbagai aspek pembangunan,  baik pembangunan mental maupun spiritual.

Apalagi, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja juga sudah menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan berbasis gender.

Lebih lanjut dipaparkan Titin,  beberapa aspek yang biasanya ada dalam diri perempuan inspiratif antaranya adalah Mandiri, Kesetaraan dan Kasih Sayang.

Kemandirian inilah, ujar Titin, yang akan membantu mengasah jalan seorang perempuan ntuk bisa menginspirasi orang lain.

Di sisi lain, Titin melanjutkan, sikap inspiratif seorang perempuan salah satunya berkaitan dengan memperjuangkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan inspiratif biasanya berani memperjuangkan dan membuktikan kesetaraannya dengan laki-laki.

Dan hal lain yang menjadi korban utama seorang perempuan adalah rasa kasih sayangnya. Perempuan, khususnya ibu, merupakan sosok yang paling rela berkorban untuk keluarganya. Tak ada uang atau materi apapun yang bisa menggantikan rasa sayang seorang ibu. Penuh kasih sayang terhadap keluarga, dan selalu berbagi dengan keluarga dan orang lain, merupakan kriteria ideal seorang perempuan.

Berbagi kasih sayang pun bukan hanya dalam hal materi atau cinta kasih saja, tetapi juga dalam berbagi ilmu ataupun keterampilan pada kaum perempuan lain, untuk membantu mereka lebih berdaya dan mampu mengembangkan dirinya.

Dengan berbagai kriteria seperti di atas tersebut,  dapat kita yakini bahwa perempuan inspiratif akan bisa menjadi bagian dalam pembangunan mental dan spiritual. Jadi atas dasar hal itulah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus mencari perempuan-perempuan inspiratif melalui Lomba Pemilihan Perempuan Inspiratif setiap tahunnya.( agus suzana)

Bagikan :