INDRAMAYU MENJADI TEMPAT DISELENGARAKAN HARI PANGAN SEDUNIA KE 39

Bagikan :

Indramayu, MPI

Jawa barat 27 kabupaten/kota salah satunya, Indramayu yang berketempatan menjadi penyelenggara, hari pangan ke 39 sedunia. Ketersediaan pangan di Kabupaten Indramayu, sampai saat ini masih didominasi oleh tiga komoditas unggulan yakni padi, mangga, dan ikan laut yang keberadaannya cukup melimpah serta dapat memberikan kontribusi serta memasok stok pangan Jawa Barat bahkan nasional.Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, ketika berlangsung kegiaan pembukaan Festival Hari Pangan Sedunia ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat, Rabu (02/09/2019) di Lapangan Atletik Sport Center Indramayu.Taufik menambahkan, selain tiga komoditas unggulan tersebut, potensi pangan lainnya cukup tersedia dan masih membutuhkan perhatian melalui kebijakan pemerintah, kreativitas dan inovasi di bidang pangan untuk peningkatan produksi dan nilai tambah yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk.

“Perwujudan ketahanan pangan, terlebih lagi kedaulatan pangan dalam satu wilayah tidak akan bisa tercapai apabila masyarakat dan pemerintahnya tidak saling mendukung dan bekerasama serta memiliki inovasi yang terus berkembang seiirng dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknolgi, gaya hidup, selera, serta persepsi masyarakat,” tegas Taufik.

Taufik menambahkan, situasi ketersediaan pangan di Kabupaten Indramayu telah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan ketersediaan energy sebesar 8.938 kkal/kapita/hari atau 372,4 persen, dan ketersediaan protein sebesar 364,6 gram/kapita/hari atau 578,7 persen.

Selanjutnya, pangan yang tersedia di Kabupaten Indramayu sudah melebihi cukup namunbelum beragam. Pangan yang telah tersedia dalam jumlah berlebih adalah padi-padian, pangan hewani minyak dan lemak buah/biji berminyak serta sayur dan buah. Sedangkan pangan yang tersedia dalam jumlah yang belum mencukupi adalah umbi-umbian, kacang-kacangan, dan gula.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kabupaten/kota di Jawa Barat harus bisa mengolah hasil pangan dan bersinergi dengan kabupaten/kota lainnya untuk saling kerjasama.

Uu menambahkan, daerah penghasil bahan baku pangan, harus mampu menjalin dan membangun kerjasama dengan daerah pengolah pangan. Hal ini agar nilai suatu produk pangan bisa benilai lebih tinggi yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejehteraan masyarakat.

Pada peringatan Hari Pangan Sedunia tersebut, berbagai kegiatan dilaksanakan seperti pameran indoor dan outdoor, makan sehat dan icip-icip pangan lokal Indramayu, lomba cipta menu pangan lokal non beras non terigu, lomba stand terbaik, lomba penyajian mangga gedong gincu termanis, terenak dan tereksotis, lomba beras PUPM terbaik, live music performance, gelar seni budaya Indramayu dan Provinsi Jawa Barat, presentasi / demo produk / teknologi, bazar dan kuliner, gelar produk pangan olahan UKM tingkat Provinsi Jawa Barat, tour, dan pemecahan rekor MURI.(Deswin Nazamudin)

Bagikan :