Kapolda Sulteng Buka Workshop Penguatan tim Media Sosial dan Media Online

Bagikan :

PALU BARAT, PALU, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si, secara resmi membuka Workshop Penguatan Tim Media Sosial dan Media Online diwilayah hukum Polda Sulteng, Rabu (02/09), disalah satu hotel di Kota Palu.

Workshop yang dilaksanakan oleh Divisi Humas Polri ini dihadiri Kadivhumas Polri yang diwakili Kabag Disindig Biro Multi Media Divhumas Polri, Kombes Pol. Heru Yulianto, S.IK; Wakapolda, Irwasda dan PJU Polda Sulteng, serta personil pengemban fungsi Humas dan PPID satker jajaran Polda Sulteng.

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan menghadapi dinamika informasi dan pemberitaan yang saat ini berkembang tanpa dibatasi ruang dan waktu, baik di media sosial maupun media online, menuntut insan Kepolisian untuk dapat mengikuti apa yang terjadi di media.

Hal ini bertujuan agar Kepolisian dapat menentukan langkah-langkah dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kabag Desindig Dibhumas Polri, Kombes Pol. Heru Yulianto, S.IK

“Anggota Polri harus mengetahui perkembangan informasi di media sosial dan media online. Kami mengapresiasi Divhumas Polri yang menyelenggarakan Workshop penguatan tim media sosial dan media online di Wilayah Hukum Polda Sulteng,” ungkapnya.

Kapolda juga berharap kepada seluruh peserta yang hadir untuk bisa memahami dan meneraokan materi yang diberikan.

“Saya berharap agar anggota yang mengikuti workshop memperhatikan materi yang disampaikan narasumber sehingga nantinya bisa diterapkan dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, membacakan sambutan Kadivhumas Polri, Kabag Desindig Dibhumas Polri, Kombes Pol. Heru Yulianto, S.IK, menegaskan bahwa peran humas bukan lagi sekedar juru bicara, namun humas harus berperan sebagai chief editor atau king maker dalam setiap isu kamtibmas yang timbul di masyarakat.

“Humas harus mengubah pola pikir dari reaktif menjadi proaktif dalam rangka pengumpulan, pengolahan dan analisa data agar isu kamtibmas yang berkembang dapat dikendalikan bahkan dapat mendikte isu,” tandasnya.(dewi/adm)

Bagikan :