Bupati: Perda KLA Mengamanahkan Kita Untuk Selalu Melindungi Anak-Anak

Bagikan :

Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja, mengingatkan, Perda KLA (Kabupaten Layak Anak) yang telah dimiliki Kabupaten Bekasi, ada amanat yang diberikan kepada eksekutif  yang wajib dilakukan  untuk memenuhi kriteria menjadi kabupaten layak anak,

“Saat ini Kabupaten Bekasi baru sampai tingkatan Pratama, sehingga kita butuh peningkatan-peningkatan fasilitas agar KLA itu dapat terimplementasikan secara menyeluruh,” papar bupati kepada awak media.

Bupati menyebutkan, Perda Perda tersebut merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak, yakni melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Oleh karenanya bupati menegaskan, bahwa Perda  KLA tidak hanya terbatas pada tanggungjawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi, tetapi juga perlu kerja sama dari semua OPD dalam penerapan regulasi yang mengindikasikan kepedulian terhadap anak.

“Di semua dinas harus ada unsur perlindungan anak. Dalam perda KLA itu, ada amanah  dan regulatif pada pemerintah daerah soal perlindungan anak. Jadi jangan sampe kabupaten yang sudah memiliki perda KLA ini, anak-anak tidak terperhatikan dan tidak terlindungi,” tekan bupati.

Dalam Perda KLA tersebut, lanjut bupati, ada  banyak sekali tugas pemerintah daerah, misalnya bagaimana pemerintah daerah membuat indikator-indikator. Dari indikator ini dinas tinggal membuat program yang terkait dengan anak.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak pada DP3A Kabupaten Bekasi, Hj. Titin Fatimah, SH, M.Si, memberikan apresiasi yang tinggi kepada sejumlah dinas atau Organisasi Perangkat Daerah yang  sudah mulai menerapkan regulasi yang mencerminkan keberpihakan terdapat anak.

Titin memberi contoh , misalnya Perda tentang bangunan yang mewajibkan adanya ruang laktasi, ruang bermain anak dan lainnya. Kemudian pada sektor pendidikan ada Perda sekolah ramah anak. Serta yang tak kalah pentingnya, dari sektor kesehatan,  ada Puskesmas ramah anak.

“Mudah-mudahan  dengan Perda tersebut menjadi pemicu instansi lain untuk juga membuat terobosan baru yang mencerminkan kepedulian terhadap anak,” harap Titin. (agus suzana)

Bagikan :