Kasus  Korupsi Monografi Desa Mandek  “Puluhan Aktivis Serang Kantor Kajari Agara”.

Bagikan :

Aceh. MPI. Kutacane,Puluhan Aktivis Aceh Tenggara (agara) melakukan aksi didepan kantor kajari Kutacane Terkait Kasus Monografi Desa Tahun Anggaran 2016 – 2017 , dinilai mandek, pada kamis 03 – Oktober – 2019.

Dalam Aksi yang di kordinatori oleh Ketua LSM Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Jupri. R, Berakhir dengan langkah ketidak pastian  terhadap tuntutan yang disampaikan oleh Aktivis.

Sementara Orasi-Orasi yang disampaikan oleh Gabungan Aktivis, sangatlah terarah terhadap penanganan pihak Kejari Kutacane, sebagaimana yang sudah dilaporkan oleh Ketua LSM Lumbung Informasi Rakyat Aceh (LIRA) M. Saleh. Selian, pada 10-April-2017 lalu.

Aktivis menuntut penjelasan dari pihak Kejari Kutacane untuk sedetil-sedetilnya menjelaskan dalam penanganan Kasus dugaan Korupsi Monografi Desa Tahun 2016-2017 dan meminta Kehadiran Pihak Inspektorat Aceh Tenggara untuk dihadirkan sebagai penjelasan dugaan Korupsi Dana tersebut.

Dari Orasi yang disampaikan, diketahui Dana Monografi senilai Rp 7 M disinyalirkan ada tindakan Korupsi, dan menuding pihak Kejari Kutacane Aceh Tenggara, diduga bermain kongkalikong terhadap penanganan Kasus yang dilaporkan.

Sedangkan keberadaan Kepala Kejari Kutacane Aceh Tenggara, Fithrah. SH, diketahui sedang tidak berada ditempat, namun tuntutan Aktivis meminta kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kejaksaan Tinggi Provinsi Aceh copot Jabatan Kejari Kutacane, katanya Jupri. R. Penanggung jawab aksi

Pantauan Media Patriot.id, Aksi Demo berakhir setelah pihak Kejari menyatakan, bahwa tidak ada wewenang Kejari untuk menghadirkan pihak Inspektorat di lokasi Aksi Demo para Aktivis.

( Redaksi )

Editor:Pairin

Wartawan:Samsuri

Bagikan :