PELUNCURAN BUKU THE MA’RUF AMIN WAY Here Comes Indonesia : Asia’s New Tiger Economy

Bagikan :

Jakarta, Indonesia sebagai Macan Asia Ekonomi akan mendatangkan lebih banyak investor untuk membangun usahanya dan dengan dukungan generasi milenial dan generasi Z serta pemanfaatan platform digital akan semakin memperkokoh kedudukan Indonesia di percaturan perekonomian dunia.

Untuk itu kami menuangkan pemikiran-pemikiran Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin agar dikenal oleh masyarakat lnternasional, dan hari ini diluncurkankanlah buku The Ma’ruf Amin Way (English version) dengan sub judul “Here Comes Indonesia : Asia’s New Tiger Economy”.

Perjalanan karir Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin selaku tokoh ulama yang sarat pengalaman dalam berbagai aspek kehidupan baik sebagai pengajar/ dosen, politikus maupun di bidang keuangan/ perekonomian sebagai anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia, telah memberikan inspirasi untuk lebih memberdayakan perekonomian umat melalui ekonomi berbasis syariah dengan menggunakan platform digital untuk mewujudkan ekonomi yang berdaulat dan berkeadilan.

Dengan terpilihnya beliau maka terbuka luas kesempatan untuk mewujudkan prinsip ekonomi keumatan yang terdiri dari empat landasan yakni kemitraan, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, serta ekonomi arus bawah. The Ma’ruf Amin way mengatur tata kelola ekonomi yang harus berlandaskan semangat kebersamaan, kekeluargaan (gotong royong), semangat persaudaraan, dan kerjasama serta bottom up economics development dan akan memperkuat Kelas Menengah sehingga tercipta pemerataan kesejahteraan yang lebih baik, untuk sebagian besar masyarakat.

Konsep The Ma’ruf Amin way dapat diwujudkan melalui gerakan koperasi (cooperative movement), dimana di era milenial ini telah hadir platform co-op yakni model bisnis perusahaan digital start up berbasis koperasi yang mengutamakan kemaslahatan umat. Untuk itu diperlukan dukungan dari seluruh masyarakat khususnya Pemerintah untuk mengkampanyekan bahwa “Koperasi itu Keren”, membesarkan koperasi yang ada, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk koperasi, dan mendorong koperasi sebagai pusat inkubasi bisnis UMKM.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 5 tahun terakhir meningkat dari 4,79% di tahun 2015 menjadi 5,17% di tahun 2018, dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin bertekad dalam masa pemerintahan beliau bersama Presiden Joko Widodo dalam waktu 5 (lima) tahun mendatang pertumbuhan ekonomi menjadi 10% per tahun dan menjadikan Indonesia sebagai ikon pusat ekonomi syariah dunia dengan menggerakkan anak-anak muda generasi milenial dan generasi Z untuk membangun unicorn-unicom berlandaskan koperasi yang berkelas dunia.

Untuk mewujudkan hal tersebut dipedukan kolaborasi/ sinergi antara pelaku ekonomi di lingkungan pesantren (berupa koperasi pondok pesantren/ kopontren), pelaku usaha kecil di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan maupun di bidang pariwisata dengan koperasi mitra yang sudah besar dan modern. Salah-satu koperasi mitra tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nasari Mandiri Syariah, yang merupakan unit usaha dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari yang awal berdirinya di kota Semarang pada tanggal 31 Agustus 1998 dan sampai dengan tahun semester I 2019 yang lalu, KSP Nasari telah membuka 36 Kantor Cabang dan 52 Kantor Cabang Pembantu yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Seiring dengan perkembangan jaman, maka kebutuhan manusia di bidang keuangan juga semakin berkembang. Dewasa ini masyarakat juga memerlukan produk-produk keuangan syariah yang non ribawi dan sesuai dengan syariat agama yang tidak mengeksploitasi antara manusia satu terhadap manusia lainnya.

Sejalan dengan itu maka KSP Nasari yang telah berkecimpung dalam dunia simpanpinjam selama 20 tahun ini telah mendirikan 1 (satu) lembaga keuangan yang berbasis syariah, yaitu Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nasari Mandiri Syariah pada tanggal 23 Oktober 2017 yang berkantor pusat di Jakarta, dan telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. OO6247/BH/M.KUKM.2/XI/2017 tertanggal 16 Nopember 2017 dan Nomor Induk Berusaha (NIB) 812001325208.

Dengan pengalaman dalam pengelolaan KSP Nasari dan juga didukung oleh profesionaI-profesional yang memiliki kompetensi tinggi dalam pengelolaan keuangan syariah, KSPPS Nasari Mandiri Syariah (Koperasi Nasari Syariah) berkomitmen kuat memberikan layanan secara amanah untuk pemberdayaan ekonomi guna mewujudkan kemaslahatan umat dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan nasional.

Disamping itu Koperasi Nasari Syariah juga telah menerapkan sistem on line yang terintegrasi secara nasional dan real time, sehingga dapat memberikan Iayanan yang efektif, efisien dan akurat dalam pelayanan keuangan bagi para anggota.

Kami yakin dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pihak regulator (Dinas/ Kementerian Koperasi dan UKM RI, dan Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Pengawas Syariah) serta masyarakat luas yang anggota/ anggota tidak penuh, Koperasi Nasari Syariah akan menjadi satu lembaga keuangan syariah yang kredibel dan menjadi pilihan utama umat dalam pemenuhan kebutuhan keuangan syariah.

Ketua Pengurus Koperasi Nasari Syariah, Chandra Saritua P, MBA menambahkan bahwa Indonesia telah menjadi macan Asia baru dan ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk memberikan stimulus export produk-produk Koperasi dan UKM serta sektor pariwisata (khususnya 10 destinasi wisata baru yang telah dicanangkan oleh Pemerintah saat ini) dengan ekosistem koperasi yang berbasis digital. Dengan pemanfaatan teknologi digital di era milenial ini akan lahir lebih banyak unicorn-unicom baru yang membawa kesejahteraan bagi seluruh stakeholders.

Bagikan :