Terkait Kerusuhan Wamena, MAAM Sumbar Audiensi dengan Danrem 032/Wbr

Bagikan :

MPI, Padang,  Angku Irwansyah Datuk Angku Katumanggungan selaku Imam Majelis MAAM (Mahkamah Adat Alam Minangkabau) bertatap muka audiensi dengan Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo terkait dengan kerusuhan yang terjadi di Wamena bertempat di Makorem 032/Wbr Jln. Jenderal Sudirman No. 29, Padang Sumatera Barat. Senin (30/9/2019).

Dalam pertemuan yang didampingi oleh para pengurus organisasi MAAM Sumatera Barat tersebut, Engku meminta penjelasan kepada Komandan Korem tentang kejadian Wamena. Dimana sampai saat ini telah banyak berita yang beredar di media sosial tentang kejadian tersebut yang membuat situasi semakin memanas. Sehingga beliau perlu mendapatkan keterangan dari pihak TNI dalam hal ini Komandan Korem tentang situasi nyata di Papua.

Terkait hal tersebut, Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menyampaikan kepada Imam Majelis MAAM beserta rombongan agar mempercayakan tugas ini kepada yang berwenang dengan tetap saling mendukung dalam hal memberikan informasi.

“Kita harus sama sama kompak dibawah untuk memfilter informasi yang berkembang di masyarakat, kemudian kita juga memberikan support dalam hal ini kita ada implementasi wujud dari keterikatan sosial dan tetap terus memonitor perkembangan yang ada di Wamena dengan terus berkoordinasi dengan pejabat yang ada disana”, terang Danrem.

Adapun pernyataan Sikap yang disampaikan MAAM pada pertemuan ini adalah:

1. Mengucapkan duka yang dalam atas wafatnya 9 orang perantau Minangkabau, semoga arwah mereka diterima oleh Allah SWT ditempat yang paling layak. Kepada dunsanak dunsanak serta anak kemenakan yang ditinggalkan bisa tabah dan ikhlas menerima cobaan ini. Semoga ujian ini bisa kita lalui dengan baik dan ada hikmah dibaliknya.

2.Mengapresiasi kerja cepat Pemprov Sumbar dibawah koordinasi Gubernur Irwan Prayitno dan penanganan langsung dari Wagub Nasrul Abit dengan menemui anak kemenakan kita dan para pihak terkait di Wamena Papua.

3.Mendukung sepenuhnya tindakan tindakan yg diambil oleh TNI dan Polri dalam penanganan insiden ini serta berharap konflik ini segera selesai dan para pihak yg telah melakukan tindakan melawan hukum hingga memicu konflik tersebut.

4.Mengapresiasi dengan tulus respon masyarakat Minangkabau di ranah maupun di rantau yang telah berpartisipasi menggalang dukungan dan bantuan bagi anak kemenakan kita yang terdampak insiden Wamena.

5.Menghimbau dengan tulus kepada semua pihak ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, tungku tigo sajaranga di Minangkabau untuk bisa sabar dan ikhlas menerima cobaan ini. Jangan sampai memprovokasi dan melakukan agitasi serta memobilisasi anak nagari Minangkabau untuk melakukan tarik baleh.

6.Terhadap himbauan ataupun postingan di media sosial terkait insiden Wamena oleh siapapun yang terindikasi menghasut dan menangguk di air keruh, menebar ujaran kebencian dan menyebar berita bohong kami dengan segala ketulusan hati meminta supaya tindakan tindakan itu dihentikan dan kami meminta pihak Kepolisian menindaklanjutinya.

Terkait keberadaan Mahkamah Adat Alam Minangkabau (MAAM) dapat kami sampaikan bahwa sebagai organisasi masyarakat yang resmi dan terdaftar di Kemenkumham RI konsisten memperjuangkan adat Minangkabau dan aplikasi hukum adat Minagkabau di Sumatera Barat sesuai aturan perundangundangan yang berlaku.

Maka secara adat Minangkabau bahwa masyarakat Wamena Papua pun mempunyai adat yang mereka yakini pula, karena itu kami mendorong tokoh tokoh adat di Wamena Papua terhadap warga suku masing masing apabila ditemukan bukti bukti keterlibatan mereka, kami pemangku adat Minangkabau pun bersedia susuak baropok dan bersilaturrahmi dengan para pemuka adat Wamena untuk mencari jalan janiah sayak nan landai, serta membangun tali persaudaraan sesuai pepatah, “Bumi Dipijak Disinan Langiak Dijunjuang”.
Penrem.

( Redaksi )

Editor:Pairin

Bagikan :