Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) telah dilantik, Selasa (1/10/2019) malam berapa hari yang lalau

Bagikan :

MPI, Puan Maharani terpilih sebagai ketua dari PDIP, sementara wakil ketua terpilih Azis Syamsuddin dari Golkar, Sufmi Dasco Ahmad dari Gerindra, Rachmat Gobel dari Nasdem dan A. Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Saat dihubungi di Jakarta, Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menyambut baik pimpinan DPR yang baru. Dia melihat komposisi pimpinan DPR yang baru menyiratkan wajah DPR ke depan yang teduh dan tenang, mengingat profil para pimpinan yang tidak kontroversial seperti periode sebelumnya.

“Tidak ada sosok konfrontatif seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon,” ujar doktor ilmu politik lulusan UGM, Rabu (2/10/2019).

M. Qodari juga melihat sosok Puan Maharani akan dapat menjembatani komunikasi antara DPR dan Presiden dengan baik, karena keduanya berasal dari PDIP. Puan Maharani juga dapat menjadi “Jembatan kebangsaan” antar partai politik di DPR sebagaimana Taufiq Kiemas, ayahanda Puan Maharani yang menjadi mentor politik Puan Maharani selain ibundanya, Megawati Soekarnoputri.

Mengenai kinerja DPR ke depan, M. Qodari berharap Puan Maharani dapat menjadi dirigen yang baik bagi produk legislasi DPR yang sering dikritik karena selalu di bawah target. Mengenai legislasi M. Qodari menyarankan 3 hal; Pertama, target legislasi harus realistis. “Jangan over optimis,” katanya.

Kedua, DPR kerjasama dengan eksekutif karena sumber daya manusia di kementerian lebih banyak daripada di DPR sehingga lebih banyak yang bekerja. Ketiga, perlu manajemen legislasi undang-undang yang kontroversial. Jangan ditumpuk diawal atau diakhir seperti DPR periode sebelumnya. “Perlu dipecah-pecah dalam lima tahun ke depan, kalau ditumpuk akan sulit mengelola tekanan politiknya,” demikian pungkas M. Qodari.

Ibu Puan Maharani menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR setelah secara resmi, setelah ditetapkan lewat Musyarawah Mufakat. Sebagai Ketua DPR periode 2019-2024 dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Politikus PDI-Perjuangan itu dilantik menjadi ketua DPR bersama empat Wakil Ketua DPR, yaitu Aziz Syamsuddin dari Fraksi Golkar, Rachmat Gobel dari Fraksi Nasdem, Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Gerindra, dan Muhaimin Iskandar dari Fraksi PKB.

Ibu Puan Maharani adalah putri dari Presiden Kelima Republik Indonesia, Ibu Hj Megawati Soekarnoputri ini kembali terpilih sebagai anggota DPR untuk yang ketiga kalinya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019-2024 lalu dengan predikat sebagai peraih suara terbanyak.

Ibu Puan Maharani yang maju sebagai caleg untuk dapil Jawa Tengah V meraih suara terbanyak dengan perolehan mencapai 404.034 suara.

Apabila merujuk pada ketentuan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), perempuan bernama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala ini memang punya kelayakan untuk menjabat sebagai Ketua DPR.

Pasal 427D ayat (1) UU MD3 menyebut, ‘Susunan dan mekanisme penetapan pimpinan DPR masa keanggotaan DPR setelah hasil pemilihan umum tahun 2019 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. pimpinan DPR terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 4 (empat) orang wakil ketua yang berasal dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR;

b. ketua DPR ialah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPR;

c. wakil Ketua DPR ialah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak kedua, ketiga, keempat, dan kelima;

( Redaksi )

Editor:Pairin

Bagikan :