Satgas Citarum Dan KLHK Lakukan Rapat Koordinasi, Bahas Pembangunan IPAL Komunal Domestik.

Bagikan :

Bandung, MPI. Persoalan limbah rumah tangga sampai saat ini masih menjadi salah satu pencemar terbesar di aliran sungai Citarum.

Hari ini Dansektor 4, 5, 6, 7 dan 8 melakukan rapat koordinasi terkait pembangunan IPAL Komunal Dimestik di Hotel Aston Tropicana Jalan Cihampelas Kota Bandung, Senin (7/10).

Dengan dipandu Oleh Ibu Nora dan Witono, para Dansektor diminta untuk mempersiapkan lahan untuk pembangunan IPAL Komunal Domestik di wilayahnya masing masing.

Untuk satu pembangunan IPAL Komunal, diharapkan bisa menampung sekitar 100 KK, dengan luas lahan sekitar 100 M2.

” Kita harus tetapkan lahan serta lokasi yang akan dibangun IPAL Komunal Domestik, Dansektor lebih paham, dimana lokasi yang diperlukan adanya IPAL Komunal tersebut,” Ujar Ibu Nora.

” Kami mempunyai tugas untuk membangun IPAL Komunal, karena limbah domestik merupakan salah satu potensi terbesar yang mencemari sungai Citarum,” Tambahnya.

” Persiapan lahan ini sampai akhir bulan Oktober, dan setiap sektor akan dibangun 2 IPAL Komunal,” Tutur Ibu Nora.

Dansektor yang diundang dalam rapat Koordinasi yaitu Dansektor 4 Kol Inf Kustomo, Dansektor 5 Kol Inf Sumarno, Dansektor 6 Kol Inf Dodo, Dansektor 7 Kol Kav Purwadi serta Dansektor 8 Kol Inf Belyuni H.

Menurut Dansektor 7 Kol Kav Purwadi, bahwa diwilayah sektor 7 sudah pernah dibangun IPAL Komunal Domestik di Kelurahan Pasawahan.

” Dulu kami bangun itu dengan menggunakan KSM, karena akan lebih kuat dan kokoh, mereka juga akan bertanggung jawab dengan perawatan kedepannya”.

” Silahkan dilakukan survey ke wilayah sektor 7, disana sudah dikelola dengan baik oleh warga sekitar, dan itu untuk menampung limbah domestik dari dua ke rw an”.

” Jadi kalau nanti di wilayah sektor 7 akan dibangun IPAL Komunal dari KLHK, semoga pola yang dilakukannya sama, melibatkan masyarakat, dulu disana dibangun oleh Kementrian PUPR,” Terangnya.

Sementara itu Dansektor 8 mengatakan, ” Untuk mencari lokasi pembangunan IPAL Komunal, kami harus berkoordinasi dengan pihak aparat Desa, jangan sampai setelah kami koordinasi, IPAL tidak jadi dibangun, atau jatah pembangunannya dikurangi”.

” Sebenarnya di tanah BBWS juga harus bisa dibangun selain IPAL Komunal atau TPS 3R, itukan semua untuk kepentingan masyarakat,” Ucap Kol Inf Belyuni.

” Kalau sudah jelas berapa jumlahnya, kami akan langsung berkoordinasi dengan pihak Desa, karena memang banyak sekali warga menengah kebawah yang tidak mempunyai septitank, malah WC pun tidak ada,” Tandasnya.
(Rie).

Bagikan :