oleh

DITPOLAIR KORPOLAIRUD TANGKAP 2 KAPAL BERMUATAN KAYU, DIDUGA HASIL PEMBALAKAN LIAR

MPI, Subdit Patroli Perairan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri terus menunjukkan komitmen dan eksistensinya dalam penegakkan hukum. Melalui KP. Ibis – 6001 yang saat ini sedang bertugas di Wilayah Perairan Polda Kalimantan Timur, pada Sabtu (05/10) sekira pukul 01.00 Wita, posisi 01°54’762”S – 116°17’993″E Perairan Sungai Suliliran, Grogot , Kab. Paser Kalimantan Timur, Tim Patroli Rigid Inflamabel Boat (RIB) memeriksa dan menangkap kapal yg bermuatan kayu bulat jenis Galam dari Kabupaten Paser Kalimantan Timur yang akan dikirim menuju Madura.

“Benar, kita telah mengamankan KLM. Sari Setia 2 dengan
tanda selar GT.117 muatan kayu bulat jenis Galam sebanyak 110,00 M³ dengan nakhoda kapal M. Rasyidiq. Lalu Tim Patroli kita juga telah mengamankan KLM. Rajawali dengan tanda selar GT. 125 muatan kayu bulat jenis Galam sekira 30 M³ dengan nakhoda kapal saudara Syabudin”, jelas Kompol Tobagus Samiyaji, S.H. Komandan KP. Ibis.

Lebih lanjut Tobagus menjelaskan bahwa pada saat diperiksa, kapal tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah dan diduga kayu tersebut diperoleh dari pembalakan liar.

“Dari fakta awal yang kita temukan di lapangan maka patut diduga melanggar sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 ayat (1) huruf b jo pasal 12 huruf e UU nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dimana yang tersangka telah mengangkut, menguasai,atau memiliki hasil hutan kayu yg tidak dilengkapi secara bersama-sama surat keterangan sahnya hasil hutan”, lanjutnya.

Selanjutnya kapal dan Nakhoda dikawal menuju mako Ditpolairud Polda Kaltim guna proses lebih lanjut. Penyidik telah melaksakan gelar perkara dan dinyatakan memenuhi unsur pasal yang disangkakan.

Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud kemudian memberikan dua nomor LP masing – masing Nomor : LP/98/X/2019/Korpolairud, tanggal 5 Oktober 2019 terhadap KLM. Sari Setia 2 dan Nomor : LP/99/X/2019/Korpolairud tanggal 5 Oktober 2019 untuk KLM Rajawali.

Sementara Kasubdit Patroli Perairan Ditpolair Korpolairud Kombes Pol. Makhruzi Rahman, S.IK.,M.H. mengatakan, bahwa masih ada kasus illegal logging (pembalakan liar) di hutan Kalimantan Timur, walaupun dalam skala yang kecil. Modus operandinya kayu-kayu yang diduga merupakan hasil pembalakan liar dari hutan-hutan di Kaltim itu diangkut (ditarik) menggunakan kapal/perahu kecil lalu dipindahkan ke Kapal Layar Motor yang berbobot mati sekitar 20 – 50 gross tonnage lalu diangkut keluar Kalimantan.

“Untuk menghindari pemeriksaan dari aparat yang berwenang, biasanya pelayaran dilakukan pada malam hari. Kita akan mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali, patroli di sungai – sungai akan terus kita tingkatkan”, jelasnya.

Menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur Pemerintahan dan masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian ekosistem hutan. Penegakkan hukum dilakukan sebagai upaya terakhir bagi siapa pun yang melanggar.

( Redaksi )

Editor:Pairin

Bagikan :