RELAWAN NKRI

Bagikan :

MPI, Saya berfikir kepentingan ormas dan relawan pro Jokowi sudah selesai semenjak Pilpres lalu. Namun ternyata masih berlanjut hingga menjelang pelantikan. Dari kepentingan memenangkan Jokowi 2 periode beralih mengawal pelantikan Jokowi menjadi Presiden 2019-2014.

Jokowi yang pekan pekan belakangan ini dihujat hingga diminta turun dari jabatannya, dianggap sebuah ancaman kedaulatan negara oleh para pendukungnya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Bahwa Jokowi secara de facto sudah sah melanjutkan kepemimpinannya, hanya tinggal menunggu seremonial pelantikannya. Dia sesungguhnya sudah bukan lagi milik para relawan dan ormas pendukungnya. Jokowi kembali menjadi “milik” seluruh penghuni negeri ini tak terkecuali bagi yang tidak tergabung dalam ormas relawan. Mengawal pelantikan menjadi tugas aparat dan pihak berwenang jika ada pihak yang berupaya menggagalkan.

Saya lebih sepakat para relawan ormas kembali menjadi Pro NKRI dari pada Pro Jokowi, Love Jokowi atau Bela Jokowi hanya untuk menghadang teror penggagalan pelantikan. Kembali membela NKRI yang menyimpan banyak agenda besar daripada sekedar cinta Jokowi sampai mati. Usia kepemimpinan Jokowi sesuai undang-undang hanya sampai 2024, setelah itu ormas relawan ProJo, BeJo, LoveJo dan lainnya yang sudah terlanjur melabelkan diri akan Pro, Bela, Love siapa lagi? Begitu pula para buzzer netijen follower. Akankah Denny Siregar berubah pro emak emak? Eko Kuntadhi menjadi love Abu Kumkum atau Permadi Arya mendadak bela …Safira?

Jokowi menjadi simbol perjuangan mempertahankan NKRI. Simbol berikutnya entah siapa yang akan melanjutkannya kelak. Akankah kita berhenti sebatas simbol di 2024?

Nilai nilai perjuangan Jokowilah yang kita simak, pahami dan genggam, bukan sebatas sosok. Siapapun bisa menjadi “Jokowi” saat bisa mengambil esensinya. Bagaimana mempertahankan NKRI dengan kerja dan cinta. Maka ramalan beberapa kawan tentang usia NKRI hanya sampai 2024 gagal terjadi.

NKRI harus tetap ada, dengan ataupun tanpa Jokowi. Jangan sampai arwah arwah di Taman Makam Pahlawan bangkit menuntut pertanggung jawaban kita karena tak becus menjaga Indonesia yang telah mereka bangun dengan segudang pengorbanan. Jangan sampai anak cucu kita kelak disuguhi dongeng tentang negeri bernama Indonesia yang hancur gegara penghuninya lupa bersyukur.

( Redaksi )

Editor:Pairin

Bagikan :