KUNJUNGAN STUDY BANDING 8 DESA SEKECAMATAN PURWADADI KE MAJASARI INDRAMAYU

Indramayu, MPI
Hari ini Desa Majasari kecamatan Slyeg, Kabupaten Indramayu kedatangan tamu dari satu Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Berjumlah 123 orang, yang terdiri dari 8 desa dalam satu kecamatan Purwadadi, untuk mengadakan study banding ke Desa Majasari. Desa Majasari, hanya total sama sawah darat 219 hektar, senin, 14/10/2019.Kuwu H. Wartono, S.Pd, M.Si Desa Majasari bersama BPD dan aparat desa sibuk menerima kunjungan study banding paska sebagai pemenang kegiatan lomba 2016. Hal ini mengundang banyak komponen Masyarakat Desa, Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten bahkan provinsi, termasuk perguruan tinggi dan lembaga-lembaga lainya, banyak berdatangan untuk memberikan masukan dan saran atau idealnya bahwa mereka koperatif kepada Majasari.Wartono melanjutkan pada prinsipnya mereka datang, mempelajari tentang bagaimana penyelenggaraan pemerintah desa yang baik. Sesuai inovasi-inovasi regulasi dan sosial kegiatan yang dilakukan. Sehingga bisa membawa majasari dipercaya meraih juara lomba ditingkat nasional, ini atas kerja keras seluruh komponen masyarakat Majasari, Desa Majasari, BPD dan lembaga-lembaga Majasari yang membimbing dan pembinaan terhadap Majasari.

Bulan ini pun masih mendapatkan undangan dari Universitas Galuh, kunjungan Bengkalis, Jambi, Kalimantan Timur dari Dinas Sosial Cilegon. Tentang inovasi dan penyelenggaraan pemerintah desa yang baik yang dilakukan oleh Desa Majasari.

Terutama tentang bagaimana membuat peraturan Desa, regulasi-regulasi yang berhubungan dengan desa termasuk penyelenggaraan ekonomi kemasyakatan, tentang perternakan, pertanian, Bungdes, membangun rumah edukasi dan peraturan desa.

Salah satu aparat Desa Bantar Dawa Saiful Najab mengatakan bahwa study banding ini tujuanya mempelajari tentang peraturan desa yang ada di desa Majasari, serta mempelajari cara bertani, bercocok tanam dan berternak supaya dapat diterapkan didaerahnya.

Wartono melanjutkan saran-saran untuk kemajuan daerah yang ingin maju, menegaskan tidaklah amat penting kehadiran BPD, ego BPD itu akan merusak dan tidak amat penting kehadirannya pemerintah desa, ego kepala desa dan pemerintah desa akan merusak, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana keduanya bersinergi antara pemerintah desa dan BPD, untuk mempertahankan nama baik desa.

Desa ini adalah segalanya saling mendukung, BPD tanpa pemerintah desa, desa tidak akan jalan dengan baik dan pemerintah tanpa BPD tidak jalan dengan baik. Jalan terbaik keduanya bersinergi dengan baik untuk membangun desa.

Study banding melihat sentra pengolahan beras terpadu, konsep bangunan Bunaserah yang bertempat ditanah milik desa Majasari yang mendapat bantuan dari Menteri BUMN, intinya petani masih dimarginalkan karena kebutuhan petani ingin memanen padi.

Namun musim hujan tidak dapat memanen dikarenakan gabah yang dihasilkan kadar air masih belum kering, terpaksa menjual gabah ketengkulak dengan harga murah. Hingga diberi bantuan oleh menteri BUMN saat berkunjung ke Indramayu.(Deswin Nazamudin)

Bagikan :