by

Dansektor 9 Minta PT Ateja Tritunggal Jaga Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan.

Bandung Barat, MPI. Komitmen ramah lingkungan dengan menjaga kualitas pengolahan limbah industri dan pencemaran udara dilakukan oleh PT Ateja Tritunggal yang berlokasi di Desa Laksana Mekar Kec Padalarang.

Hal itu disampaikan General.Manager Edy Djulianto kepada Dansektor 9 Kolonel Inf Amir dihadapan personel satgas Citarum, penggiat lingkungan dan awak media.

Kedatangan Dansektor 9 ke PT Ateja didampingi oleh Danki sektor Lettu Inf Nur Ananto adalah untuk melakukan pengecekan tempat pengolahan limbahnya serta kembali melakukan pengetesan PH dan COD sebelum limbahnya dialirkan ke anak sungai Cibingbin.

Menurut Edy Djulianto, melalui pembuktian ilmiah dihadapan Dansektor 9 beserta jajaran satgas Citarum, juga awak media, PT Ateja telah membuktikan dan menaati semua parameter air limbah yang diisyaratkan.

” Seperti misalny COD, menunjukan hasil yang sangat baik, setelah diuji ulang hasilnya 86,” Ujar Edi, Senin (21/10).

Perusahaan kain interior dan technical textile yang berlokasi di KBB tersebut mengolah limbahnya secara Biologi.

” Kami mengolah limbah secara Biologi, sehingga praktis ramah bagi lingkungan, terbukti ikan pun hidup dan berkembang biak di prasarana IPAL,” Terang Edi Djulianto.

Menurutnya untuk peringkat perusahaan, dibidang lingkungan yang setiap tahun dinilai oleh KLHK, PT Ateja selalu meraih kategori taat (biru), dan pada tahun 2019 meningkat sebagai kandidat lebih dari taat (hijau).

” Disisi lain berbeda dengan perusahaan textile pada umumnya yang menggunakan batu bara sebagaisumber energi, PT Ateja memakai gas CNG dalam tata kelola energinya sehingga praktis aman bagi lingkungan”.

” Kami senantiasa mendukung satgas Citarum harum, dan selalu siap mensukseskan program Pemerintah dibidang lingkungan, karena kami ingin mewariskan mata air dan bukan air mata bagi generasi yang akan datang,” Tutur Edi Djulianto selaku General Affair General Manager yang didampingi oleh Roebing Gunawan Budhi, Jurnalis senior yang juga merupakan Coorporate Communication PT Ateja.

Sementara itu Dansektor 9 Kolonel Inf Amir mengharapkan PT Ateja mempertahankan pengolahan IPAL nya tetap ramah lingkungan.

” Tadi kita saksikan bersama pengetesan COD hari ini menunjukan di posisi angka 86 dari batas atas 150, saya ingin membuktikan bahwa perusahaan ini mengolah IPAL nya dengan ramah lingkungan”.

” Harus diingat bahwa ilmu itu selalu berkembang, jangan sampai menjadi tidak ramah lingkungan terutama pada parameter yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, kembangkan lah bakteri yang selama ini disudah digunakan,” Ucap Dansektor.

Ditekankan Dansektor, apabila sudah baik harus dipertahankan, karena nanti hasilnya akan menjadi Fluktuatif mengikuti jumlah produksi, apabila meningkat pasti akan ada perubahan.

Pada kesempatan ini Kol Inf Amir juga menghimbau kepada para pelaku industri yang ada di KBB, jangan pernah mencoba mengolah IPAL tanpa prosedur yang benar.

” Berfikir lah kedepan, jangan hanya memikirkan keuntungan semata tapi pencemaran tidak diperhitungkan, justru secara rupiah kerusakan itu jauh lebih besar dan mahal,” Tandasnya.

” Seperti contoh anak sungai Cipeusing, itu sudah bertahun tahun aliran airnya hitam bahkan sudah membatu, itu akibat dari pelaku industri tidak memperhatikan IPAL nya dengan baik,” Pungkas Dansektor 9 Kolonel Inf Amir.
(Rie).

Bagikan :

Berita Kegiatan Presiden Ir. Joko Widodo di MPI, kunjungan kerja, peresmian dan lain lain KLIK DISINI
Kegiatan Panglima TNI ketika dilantik Presiden, kunjungan kerja, peresmian dan lainnya KLIK DISINI
Kegiatan Kapolri ketika dilantik Presiden, kunjungan kerja, peresmian dan lainnya KLIK DISINI
Cara Cepat Cari Berita Ketik di Bawah Ini:

Ada Iklan Lowongan Pekerjaan, Lowongan Wartawan, Iklan Jual Mobil, Motor dan lain lain baca sekarang di IKLAN BARIS >>

Bagaimana Wajah Kinclong Daus Mini Menjelang Peernikahan ke Tiga Artis6.COM >>


News Feed