KOTAKU, BKM PABEAN DHARMA KENCANA DAPAT BERMANFAAT DIMASYARAKAT DESA PABEAN UDIK

Indramayu, MPI

Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di Kota Indramayu salah satunya yang berada di Desa Pabean Udik di Pimpin oleh Kuwu Samsul, ketua BKM Pabean Darma Kencana Waslim dan Sekertaris BKM Setra, menginginkan hasil penataan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh tidak berakhir sia-sia tetapi justru mampu memberi dampak ekonomi bagi warga di sekitar.Setelah dibangun jangan sampai tidak bermanfaat tetapi ada keberlanjutannya. Perlu ada upaya agar hasil penataan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ini, tetap memberikan dampak ke masyarakat meskipun program ini sudah berakhir,” kata Ketua Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Pabean Udik Waslim ditemui dilokasi pekerjaan, kamis (31/10).

Menurut dia, salah satu wacana yang bisa dikembangkan agar hasil penataan kawasan kumuh tetap memberikan dampak ekonomi ke masyarakat adalah dengan menjadikan kawasan tersebut bermanfaat.

Sementara itu, Koordinator Kotaku Waslim mengatakan, Desa Pabean Udik terus melakukan percepatan penataan kawasan kumuh sehingga luasan kawasan kumuh berkurang cukup banyak setelah Kotaku dilaksanakan.

“Kawasan kumuh sudah berkurang cukup banyak. Tetapi, ada masalah baru yang juga perlu dipikirkan bersama, yaitu perawatan dan menjaga hasil penataan yang sudah dilakukan agar tetap memberikan manfaat serta bagaimana dampaknya ke masyarakat itu juga sangat penting,” katanya.

BKM dibagi tiga KSM yang mewakili beberapa RW, KSM Berkah 1. Aksan, RW. 10 RT. 02, KSM Berkah 2. Aris, RW 10 dan RW 02, KSM Berkah 3. Yatno, RW 03

Sementara itu luas kawasan kumuh yang berada di Desa Pabean Udik seluas 90 hektar, yang sekarang dikerjakan disesuaikan Anggaran yang didapat untuk menyelesaikan kawasan kumuh disesuaikan sekitar 30 hektar.

“Salah satunya adalah perumahan. Penataan terhadap perumahan ini juga harus bisa menjadi salah satu fokus penataan yang dilakukan. Masyarakat sebenarnya siap, tetapi ada masalah yang perlu diperhatikan seperti ketersediaan lahan dan kegiatan ekonomi,” katanya.

Tokoh masyarakat Carnita Dan Kadropi yang menerima manfaat mengatakan Wilayah tersebut dijadikan sasaran karena tidak membutuhkan relokasi warga. Warga yang rumahnya terdampak masih bisa tinggal di rumah masing-masing,” katanya.

Dalam penataan kawasan kumuh dengan pembangunan jalan inspeksi juga perlu diklengkapi dengan pembangunan instalasi pengolah air limbah, saluran drainase hingga proteksi kebakaran dapat dicegah.(Deswin Nazamudin/Egi T P)

Bagikan :