Sambut Mualid, Tradisi Masak Khikhis (Lemang) Marak Di Agara.

Aceh. MPI. Kutacane, Sejak masa Abad Kolonial, tradisi masak Khikhis (Lemang) Sudah diketahui jadi rutinitas dilaksanakan oleh warga Aceh Tenggara, sebagai bentuk untuk penyambutan perayaan Mualid dan Hari Raya Idul Adaha pada setiap tahun nya di Agara.

Mungkin ini salah satu simbol kekompakkan warga setempat, sesuai dengan logo Daerah bertuliskan Sepakat Segenep yang bermakna, mupakat menyeluruh.

Mupakat berarti musyawarah, sedangkan menyeluruh adalah merata, jadi jika digabungkan kalimat ini terangkum sebagai musyawarah merata, mungkin ini lah pegerak indikatornya masyarakat Agara.

Sementara pada setiap penyambutan Maulid dan Idul Adaha, warga Aceh Tenggara serentak melaksanakan masak Khikhis disetiap Kepala Keluarga, seakan ini sudah menjadi Kewajiban warga Agara.

Sebagai philosophy Aceh Tenggara yang terdiri dari 11 etnis suku ras, yaitu, Alas, Gayo, Singkil, Batak, Pakpak, Karo, Minang, Jawa, Aceh, Mandailing dan Nias, namun yang melaksanakan masak Khikhis rutinitas pada penyambutan Maulid dan Idul Adaha adalah suku  dominan, yakni suku Alas, Gayo dan Singkil.

Menurut pengamat suku alas, Ramsatin.Pios, selaku pemangku Adat suku alas menjelaskan kepada Media Patriot.co.id pada Jumat, 8 November 2019 mengatakan, Masak Khikhis adalah bagian Adat suku yang dominan di Agara.

Katanya, dengan adanya masak Khikhis, masyarakat Aceh Tenggara semakin menjalin silaturahmi, melalui kunjungan sanak family yang berbekalkan ole-ole Khikhis (Lemang), jelasnya.

Amatan Media Patriot.co.id, masak Khikhis di Agara, sebuah fenomena kabut asap yang melimuti Bumi Sepakat Segenep Aceh Tenggara.

( Redaksi )

Editor:Pairin

Wartawan:Samsuri

Bagikan :